Jakarta – Pergerakan Bitcoin (BTC) saat ini dinilai masih meniru pola cluster yang pernah terjadi pada tahun 2021. Analisis tersebut disampaikan oleh analis kripto ternama Rekt Capital, yang menyebut bahwa struktur teknikal besar Bitcoin belum mengalami perubahan signifikan.
Menurut Rekt Capital, Bitcoin masih bergerak dalam formasi macro descending triangle, sebuah pola segitiga menurun jangka panjang yang hingga kini masih membatasi arah pergerakan harga. BTC disebut masih “berdebat” dengan garis tren turun utama yang berperan sebagai resistansi kuat.
“Aturan mainnya sederhana. Skenario bearish akan menguat jika Bitcoin kehilangan pijakan dasar segitiga, yang saya tempatkan di kisaran US$ 82.000,” ungkap Rekt Capital.
Ia menambahkan, jika level tersebut ditembus ke bawah, maka tekanan jual berpotensi meningkat tajam, mengingat struktur penyangga yang selama ini menahan penurunan mulai runtuh.
Resistansi Kuat di Area US$ 100.000
Di sisi lain, Rekt Capital menilai bias bullish baru akan benar-benar menguat jika Bitcoin mampu menembus macro downtrend yang diperkirakan berada di sekitar US$ 100.000. Hingga kini, upaya BTC untuk melewati level tersebut masih menemui kegagalan.
“Bitcoin beberapa kali tertahan di area US$ 90.000-an, gagal menembus garis tren turun, lalu kembali membentuk struktur basing di sekitar dasar segitiga sebelum memantul naik,” jelasnya.
Pola ini, menurut Rekt Capital, menunjukkan bahwa sejarah pergerakan harga Bitcoin kembali berulang. Harga membangun dasar, naik untuk menguji garis tren turun, kemudian kembali tertolak.
“Jika penurunan terus berlanjut, kita perlu mewaspadai dasar segitiga yang bisa melemah seiring waktu dan berisiko lapse atau gagal bertahan,” tegasnya.
Weekly Close Jadi Kunci Arah Selanjutnya
Dalam analisis terbarunya di unggahan lain, Rekt Capital juga menyoroti bahwa Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah melewati fase retest yang volatil. BTC disebut berhasil menguji ulang higher low, yang ditandai dengan garis ungu pada grafik.
Saat ini, Bitcoin berada pada posisi krusial untuk merebut kembali level mid-range di US$ 90.500.
Namun, Rekt Capital menegaskan bahwa yang terpenting bukan sekadar harga menyentuh level tersebut, melainkan bagaimana Bitcoin menutup perdagangan mingguan.
“Weekly close di atas US$ 90.500 akan mengonfirmasi bahwa penurunan sebelumnya hanyalah retest yang bergejolak, bukan awal dari pelemahan lanjutan,” paparnya.
Jika penutupan mingguan itu tercapai, Bitcoin dinilai memiliki peluang lebih besar untuk kembali bergerak stabil di bagian atas rentang harga mingguan, yakni US$ 90.500 hingga US$ 93.500.
Dalam skenario tersebut, pasar berpotensi secara bertahap mendorong harga BTC untuk kembali menguji area US$ 93.500 dalam beberapa waktu ke depan.