Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Bitcoin Kembali Jauh dari US$ 100.000 Setelah Koreksi Akhir Pekan

Posted on January 24, 2026

Jakarta – Pasar kripto yang sempat membuka 2026 dengan performa solid mendadak mengalami koreksi tajam pada akhir pekan. Data menunjukkan, pada Minggu (18/1/2026) malam, kapitalisasi pasar aset digital turun sekitar US$ 100 miliar dalam waktu sekitar 12 jam, sebelum mencoba memantul keesokan harinya.

Sepanjang akhir pekan, nilai total pasar kripto sebelumnya relatif stabil di kisaran US$ 3,2 triliun, namun menjelang penutupan Minggu, kapitalisasi anjlok ke US$ 3,09 triliun. Pada Senin (19/1/2026), pasar mencoba pulih tipis ke sekitar US$ 3,1 triliun. Pola penurunan yang cepat ini terlihat seragam pada aset utama, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan XRP.

Bitcoin dan Ethereum Terkoreksi

  • Bitcoin (BTC) turun sekitar 3 persen, dari di atas US$ 95.000 ke US$ 92.762.
  • Ethereum (ETH) terkoreksi sekitar 4,16 persen, dari US$ 3.350 ke US$ 3.197.
  • XRP bergerak searah, turun sekitar 4 persen, dari US$ 2,06 ke US$ 1,96.

Pergerakan yang hampir identik di tiga aset besar ini menunjukkan bahwa sentimen pasar berubah serentak, sesuatu yang biasa terjadi saat pasar menghadapi tekanan likuiditas.

Likuiditas Tipis Jadi Faktor Kunci

Salah satu faktor yang menekan pasar adalah kondisi likuiditas yang tipis. Menurut data CoinGlass, reli sebelumnya yang mendorong Bitcoin mendekati US$ 100.000 lebih banyak didorong oleh aktivitas derivatif, bukan permintaan spot yang solid.

Situasi ini membuat kenaikan cenderung rapuh, karena momentum berhenti, pasar lebih mudah terseret oleh likuidasi, penutupan posisi leverage, dan aksi ambil untung berantai.

Tekanan Risk-Off Kembali Menguat

Koreksi kripto juga diperparah oleh kekhawatiran pasar global, khususnya terkait isu perdagangan. Narasi yang berkembang mengaitkan pelemahan kripto dengan wacana Presiden Donald Trump menerapkan tarif 10 persen terhadap delapan negara Eropa, yang berpotensi mengalihkan modal ke aset defensif.

Dukungan sinyal risk-off juga terlihat dari pergerakan komoditas safe haven:

  • Perak naik sekitar 4,11 persen, dari US$ 90 ke US$ 93,70.
  • Emas menguat sekitar 2,18 persen, dari US$ 4.580 ke US$ 4.680.

Bagi banyak pelaku pasar, pola kripto turun, safe haven naik menjadi indikator bahwa investor sedang mengurangi risiko, terutama saat likuiditas di pasar kripto tipis.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bitcoin Kembali Jauh dari US$ 100.000 Setelah Koreksi Akhir Pekan
  • Ini yang Jadi Kekahwatiran Pelaku di Industri Kripto Jika Donald Trump Tak Lagi Menjabat
  • Bitcoin dan Ethereum Disebut ‘Heavy Shorted’, Pasar Waspada Volatilitas
  • Koreksi Bitcoin Lebih Mirip 2019, Bukan Bear Market 2018 atau 2022
  • Ledger Bersiap IPO Saat Perusahaan Kripto Mengincar Pasar Publik

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme