Kalau kamu pernah pakai stablecoin seperti USDC, kamu mungkin menganggapnya “sekadar dolar digital” yang praktis dipindahkan lintas exchange atau chain.
Tapi di belakang layar, stablecoin yang terlihat sederhana itu punya kebutuhan teknis yang jauh lebih kompleks, terutama saat masuk ke level korporat: biaya harus stabil, finalitas transaksi harus cepat dan pasti, integrasi ke sistem kepatuhan harus masuk akal, dan semuanya perlu bisa diaudit tanpa mengorbankan privasi bisnis.
Di titik itulah Circle penerbit USDC memperkenalkan Arc, sebuah blockchain Layer 1 baru yang memang dibangun khusus untuk stablecoin finance. Bukan sekadar “chain baru biar ramai”, tapi fondasi yang Circle posisikan sebagai jalur cepat antara dolar digital dan aplikasi keuangan onchain, dengan USDC sebagai gas native-nya.
Apa Itu Circle Layer 1 dan Kenapa Disebut Arc?
Istilah “Circle Layer 1” yang ramai dibicarakan belakangan merujuk pada Arc, blockchain lapisan 1 (L1) yang diperkenalkan Circle pada Agustus 2025. Arc dirancang sebagai jaringan terbuka yang fokus pada transaksi berbasis stablecoin dalam skala besar, terutama untuk kebutuhan institusi dan aplikasi keuangan yang menuntut kepastian eksekusi.
Kalau diringkas dalam satu kalimat: Arc adalah L1 yang ingin membuat uang digital programmable terasa seperti infrastruktur pembayaran modern cepat, stabil, dan siap dipakai perusahaan. Circle bahkan menggambarkannya sebagai “economic OS” yang menghubungkan stablecoin dengan aktivitas ekonomi nyata.
Di fase awal, Arc diposisikan EVM-compatible (artinya ekosistem developer Ethereum bisa relatif mudah migrasi atau membangun ulang), tetapi Arc tetap mengambil keputusan desain yang berbeda: USDC dipakai sebagai token gas native, bukan token volatil seperti yang umum terjadi di banyak jaringan, seperti informasi yang kami kutip dari website Blockworks.