Dominasi Bitcoin telah mencapai titik kritis, dengan pergerakan harga baru-baru ini di level 66% menandakan pergeseran menuju dominasi altcoin. Kerusakan struktur pasar mendukung transisi dari kepemimpinan Bitcoin ke reli altcoin yang lebih luas.
Dominasi Bitcoin (BTC.D) baru-baru ini mencapai level 66%, sebuah titik kritis yang menandai potensi fase distribusi. Pergerakan harga ini terjadi dalam zona penawaran jangka waktu tinggi (HTF), yang diidentifikasi oleh Order Block (OB) bearish dan Fair Value Gap (FVG).
Indikator-indikator ini menunjukkan bahwa distribusi institusional sedang berlangsung, dengan dominasi Bitcoin mencapai puncak siklusnya. Secara historis, puncak dominasi Bitcoin seperti ini mendahului pergeseran pasar yang signifikan.
Karena BTC.D gagal mempertahankan kekuatan di atas 66%, ini menunjukkan melemahnya kinerja relatif Bitcoin dan potensi altcoin untuk mengambil alih. Pasar tampaknya memasuki fase di mana modal bergeser dari Bitcoin ke altcoin.
Penolakan dari level 66% menandai titik balik penting dalam sentimen pasar, di mana investor cerdas mulai keluar dari posisi Bitcoin pada level premium.
Dengan dominasi Bitcoin yang cenderung menurun, modal siap untuk bergeser ke altcoin. Penurunan BTC.D tidak menandakan keruntuhan nilai Bitcoin, melainkan menunjukkan pergeseran kekuatan relatif.
Seiring melemahnya dominasi Bitcoin, altcoin, terutama aset berkapitalisasi besar seperti Ethereum, diperkirakan akan berkinerja lebih baik. Siklus sebelumnya telah menunjukkan bahwa ketika dominasi Bitcoin menurun, altcoin mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Zona 50-48% untuk BTC.D kemungkinan akan bertindak sebagai area support pertama, tetapi zona yang lebih kritis terletak di 44%, di mana altcoin cenderung memasuki fase pertumbuhan eksplosif. Jika BTC.D terus menurun menuju 40%, altcoin dapat mengalami reli besar.