Pernyataan Presiden AS Donald Trump soal pelemahan dolar kembali memicu perhatian pasar global.
Dikutip dari Coincu, pada Rabu hari ini (28/01), Trump menegaskan dolar AS masih kuat, namun secara terbuka menyinggung kemungkinan manipulasi nilai tukar, meski ia menyebut langkah tersebut sebagai sesuatu yang tidak ideal.
Komentar ini langsung menempatkan pasar dalam posisi siaga. Sejarah menunjukkan bahwa sinyal kebijakan mata uang dari Gedung Putih kerap berdampak ke volatilitas pasar keuangan termasuk saham, obligasi, dan kripto.
Isu Manipulasi Dolar dan Dampaknya ke Ekonomi Global
Isu manipulasi dolar bukan hal baru dalam geopolitik ekonomi AS. Jika benar terjadi, langkah ini berpotensi mengganggu perdagangan internasional, memicu ketegangan dengan mitra dagang, serta menciptakan ketidakpastian nilai tukar global.
Sejumlah ekonom menilai, wacana ini berisiko memperlemah kepercayaan terhadap stabilitas sistem keuangan AS.
Bagi pasar, ketidakpastian kebijakan nilai tukar sering kali mendorong investor mencari aset lindung nilai, termasuk emas dan kripto.
Meski begitu, hingga kini belum ada kebijakan konkret yang diumumkan. Reaksi pelaku industri juga relatif terbatas, menandakan pasar masih menunggu sinyal lanjutan sebelum mengambil posisi besar.
Dampak ke Kripto: Bitcoin Tetap Sensitif
Di tengah isu ini, Bitcoin (BTC) tercatat berada di sekitar level $88.900 dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,7 triliun.
Namun, dalam 90 hari terakhir, harga Bitcoin turun hampir 19%, meski dalam 24 jam terakhir sempat menguat 1,39%.
Saat ini, dominasi Bitcoin mencapai 59%, menunjukkan perannya masih sentral di pasar kripto.
Kondisi ini mencerminkan pasar kripto yang masih rapuh terhadap sentimen makro, termasuk isu dolar dan kebijakan moneter AS.
Analis menilai, jika ketidakpastian nilai tukar dolar berlanjut, regulator global bisa merespons lebih ketat. Ini berpotensi mempengaruhi arah regulasi kripto dan aliran modal lintas negara.