Perusahaan penerbit stablecoin USDT, Tether, dilaporkan mengajukan tawaran tunai bernilai miliaran dolar untuk mengakuisisi klub sepak bola raksasa Italia, Juventus FC.
Langkah ini menandai eskalasi ambisi industri kripto yang kini mulai bergerak dari sekadar sponsor menjadi calon pemilik langsung klub olahraga elite.
Tether mengajukan proposal akuisisi secara langsung, meski pada akhirnya ditolak oleh keluarga Agnelli, pemilik Juventus selama lebih dari satu abad.
Dari Sponsorship ke Kepemilikan Klub
Selama beberapa tahun terakhir, kehadiran industri kripto di dunia olahraga identik dengan sponsorship dan hak penamaan. Nama-nama besar seperti Crypto.com, Binance, hingga Coinbase telah muncul di stadion, jersey, dan ajang motorsport global.
Namun langkah Tether menunjukkan pergeseran strategi. Alih-alih sekadar menempelkan merek, perusahaan kripto kini mulai melihat kepemilikan klub sebagai aset strategis jangka panjang yang mampu menggabungkan komunitas, teknologi, dan loyalitas penggemar.
CEO Tether, Paolo Ardoino, secara terbuka menyebut Juventus sebagai bagian penting dari hidupnya. Ia menegaskan bahwa keterikatan emosional tersebut turut membentuk pandangannya terhadap klub asal Turin itu.
“Bagi saya, Juventus selalu menjadi bagian dari hidup saya. Saya tumbuh bersama klub ini. Sejak kecil, saya belajar tentang komitmen, ketangguhan, dan tanggung jawab dengan menyaksikan Juventus menghadapi keberhasilan maupun masa sulit dengan penuh martabat. Nilai-nilai itu tetap saya pegang, bahkan jauh setelah peluit akhir berbunyi,” jelas Ardoino dikutip dari IDNFinancials.