Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Trader Jelang Pertemuan The Fed

Posted on January 29, 2026

Pasar global bersiap menyambut pertemuan Federal Reserve yang akan digelar pada Kamis (29/01) waktu Indonesia. 

Meski peluang perubahan suku bunga nyaris nol, arah komunikasi The Fed tetap krusial bagi pergerakan aset berisiko, termasuk kripto.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, 96% pelaku pasar memperkirakan suku bunga ditahan, melanjutkan fase jeda setelah pemangkasan bertahap sepanjang 2025. Namun, justru faktor non-teknis yang berpotensi memicu volatilitas.

1. Sikap The Fed: Jeda Biasa atau Arah Baru?

Today marks the first Fed meeting of 2026, and it’s an important one for global markets.

12:30 AM (Thursday): Fed interest rate decision
1:00 AM (Thursday): Jerome Powell’s press conference

The Fed diperkirakan menahan suku bunga, tetapi pasar akan mencermati apakah jeda ini bernuansa hawkish atau dovish. Pernyataan pasca-rapat dan konferensi pers Jerome Powell akan menjadi kunci utama.

Pasar saat ini memproyeksikan 1 – 2 kali pemangkasan suku bunga di 2026, kemungkinan pada pertengahan dan akhir tahun. 

Jika Powell menegaskan sikap “wait and see” tanpa komitmen lanjutan, aset kripto berpotensi bergerak liar akibat kekecewaan jangka pendek.

2. Tekanan Politik dan Risiko Volatilitas Tambahan

Dilansir dari CNBC, pertemuan kali ini dibayangi tekanan politik yang tidak biasa.

Presiden Donald Trump disebut tengah menyiapkan kandidat pengganti Powell, bahkan bisa diumumkan berdekatan dengan hasil rapat.

Di sisi lain, Powell juga menghadapi subpoena dari Departemen Kehakiman terkait proyek renovasi gedung The Fed, serta polemik hukum yang melibatkan Gubernur Fed Lisa Cook. 

Isu-isu ini meningkatkan ketidakpastian dan dapat memperbesar reaksi pasar, termasuk kripto.

Bagi trader, kombinasi kebijakan moneter dan tekanan politik kerap memicu lonjakan volatilitas jangka pendek, meski tanpa perubahan suku bunga.

3. Volatilitas Kripto: Risiko dan Peluang Bergerak Bersamaan

Kripto dikenal sebagai aset dengan fluktuasi tinggi, bahkan pergerakan 10% dalam sehari bukan hal langka. 

Faktor eksternal seperti kebijakan The Fed, isu dolar, atau ketegangan politik sering memicu reaksi berantai di pasar kripto.

Likuiditas kripto yang berjalan 24/7, penggunaan leverage, dan dominasi sentimen membuat harga mudah bergerak ekstrem. Menjelang event besar seperti The Fed, risiko panic selling atau FOMO meningkat tajam.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Harga Ethereum Konsolidasi di Atas Support, Akankah Breakout?
  • 73% Dana Kripto Masuk ke Bitcoin, Reli BTC Segera Dimulai?
  • Trader Ethereum Diduga Salah Swap, Dari US$50 Juta Tinggal Puluhan Ribu
  • $1,9 Miliar Opsi Bitcoin Berakhir Hari Ini, Akankah Harga Terguncang?
  • AI Claude Terhubung ke Hedera, Apakah Ini Pemicu Reli Harga HBAR?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme