Harga Shiba Inu (SHIB) bergerak terbatas memasuki awal 2026, seiring melemahnya volume perdagangan dan berkurangnya minat spekulatif di pasar kripto.
Kondisi ini menandai perubahan signifikan dibandingkan fase lonjakan tajam yang pernah dialami SHIB pada siklus meme coin sebelumnya.
Mengutip analisis terbaru yang dimuat CaptainAltcoin, analis kripto Matthew Perry menilai stagnasi harga SHIB lebih berkaitan dengan struktur pasar dan dinamika suplai token yang besar, bukan karena kegagalan proyek atau hilangnya relevansi aset tersebut.
Volume Melemah, Pasar Tak Lagi Mengejar Lonjakan Cepat
SHIB saat ini diperdagangkan jauh di bawah level puncaknya ketika kapitalisasi pasar sempat mendekati US$40 miliar.
Meski demikian, SHIB masih mempertahankan valuasi miliaran dolar, menempatkannya di jajaran aset kripto dengan basis pasar yang mapan.
Menurut Perry, penurunan volume perdagangan menjadi indikator utama berubahnya perilaku investor.
Likuiditas yang sebelumnya mengalir deras ke meme coin kini lebih selektif, mencerminkan pergeseran fokus pasar dari spekulasi jangka pendek ke pendekatan yang lebih hati-hati.
Realitas Suplai Membatasi Ruang Kenaikan Harga
Lonjakan harga SHIB di masa lalu membentuk ekspektasi bahwa token ini dapat menembus target ekstrem seperti yang pernah terjadi pada Dogecoin (DOGE). Namun Perry menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sepenuhnya mempertimbangkan faktor suplai.
Jumlah token SHIB yang sangat besar membuat potensi kenaikan harga secara eksponensial sulit tercapai.
Seiring kedewasaan pasar kripto, asumsi lama tersebut mulai terkoreksi oleh batas matematis dan pertumbuhan organik yang lebih lambat.
Ekosistem Berkembang, Dampak ke Harga Masih Terbatas
Shiba Inu terus mengembangkan ekosistemnya melalui berbagai inisiatif dan proyek turunan. Namun, perkembangan tersebut belum memberikan dorongan langsung terhadap harga SHIB.
Perry menilai tidak adanya mekanisme yang konsisten untuk menghubungkan aktivitas ekosistem dengan permintaan token utama menjadi salah satu faktor yang menahan pergerakan harga.
Kondisi ini mendorong sebagian investor jangka panjang untuk menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap kinerja SHIB.
Potensi Reli Masih Ada, Tapi Bersifat Siklikal
Meski tidak lagi agresif, SHIB tetap memiliki daya tarik sebagai meme coin lama dengan tingkat pengenalan merek yang tinggi.
Faktor ini membuka peluang bagi SHIB untuk kembali menguat ketika pasar memasuki fase rotasi ke aset berisiko, khususnya saat narasi meme coin kembali mencuat.
Namun Perry menekankan bahwa reli yang mungkin terjadi ke depan cenderung bersifat siklikal, mengikuti kondisi pasar secara keseluruhan, bukan lonjakan ekstrem seperti pada fase awal popularitas SHIB.