
Otoritas keuangan Korea Selatan memperketat pengawasan kripto usai kesalahan fatal di exchange Bithumb yang membuat sejumlah pengguna menerima hingga 2.000 BTC per orang secara keliru, senilai sekitar $44 miliar.
Financial Supervisory Service (FSS) akan menginvestigasi praktik berisiko tinggi seperti manipulasi harga oleh whale, pump berbasis hoaks media sosial, serta aktivitas trading saat deposit dan penarikan dihentikan. Regulator juga menyiapkan sistem pemantauan berbasis AI untuk mendeteksi transaksi mencurigakan secara real-time.
Akibat insiden tersebut, harga Bitcoin di Bithumb sempat anjlok hingga 30% di bawah harga global. Bithumb langsung membatasi trading dan penarikan 695 akun terdampak, membebaskan biaya transaksi selama seminggu, serta memberi kompensasi penuh plus bonus 10% bagi pengguna yang panik menjual aset.
FSS menilai insiden ini menyoroti lemahnya kontrol internal exchange dan membuka peluang inspeksi langsung, denda IT lebih berat, serta peningkatan tanggung jawab CEO dan CISO. Kasus ini juga diperkirakan mempercepat penerapan Basic Digital Asset Act dan memperketat regulasi kripto di Korea Selatan.