
Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif dari stabil, namun mempertahankan peringkat Baa2. Helmy Kristanto, Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas, menekankan ini hanya penyesuaian outlook, bukan downgrade rating, dan lebih bersifat sentimen jangka pendek.
Helmy menambahkan Moody’s lebih sensitif terhadap perubahan kebijakan dibanding Fitch dan S&P, yang menunggu dampak ekonomi nyata. Meski begitu, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, terlihat dari pertumbuhan PDB 5,11% pada 2025, defisit fiskal di bawah 3%, dan rasio utang sekitar 40% terhadap PDB.
Pemerintah juga menegaskan langkahnya mendorong investasi melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi (Danantara) dan kerangka hukum terkait, sejalan dengan catatan Moody’s soal stabilitas kebijakan dan kerangka kelembagaan yang solid.