Kebanyakan orang baru kepikiran soal keamanan ketika akunnya tiba-tiba logout sendiri, ada notifikasi login dari perangkat asing, atau saldo aset terasa “bergerak” tanpa sebab yang jelas. Padahal, di banyak kasus, masalahnya bukan pada blockchain atau jaringan kripto, melainkan pada perangkat yang kamu pakai sehari-hari. Di periode 2025 sampai 2026, keluarga malware pencuri data semakin agresif, dan salah satu yang paling sering dibahas adalah Vidar versi terbaru, yang banyak peneliti keamanan sebut sebagai Vidar 2.0. Ia tidak “membobol blockchain”, tapi ia bisa mengambil hal yang jauh lebih berbahaya: akses yang membuka jalan ke aset kamu.
Apa Itu Spyware Vidar 2.0
Spyware Vidar 2.0 adalah malware jenis infostealer, fokusnya mencuri informasi sensitif dari perangkat korban. Kalau kamu pernah dengar istilah Vidar Stealer, Vidar 2.0 bisa dipahami sebagai evolusi yang lebih rapi, lebih cepat, dan lebih sulit dibaca polanya. Sejak varian Vidar muncul sekitar 2018, malware ini dikenal sebagai alat pencuri data yang dipakai banyak pelaku kejahatan siber karena fleksibel dan efektif.
Hal yang membedakan Vidar 2.0 dari versi-versi sebelumnya adalah jejak pengembangannya yang menunjukkan peningkatan. serius: beberapa laporan riset keamanan menyebut kodenya ditulis ulang sehingga lebih efisien dan makin sulit dihadang oleh pertahanan yang mengandalkan pola lama. Dalam ekosistem kejahatan siber, Vidar juga sering dipasarkan sebagai layanan, sehingga orang yang tidak terlalu jago teknis pun bisa “menyewa” atau membeli akses untuk menjalankan kampanye pencurian data.
Dari sini, gambarnya jelas: Vidar 2.0 bukan malware amatir yang asal tempel, tapi produk yang terus diperbarui supaya tetap efektif di lingkungan perangkat dan browser modern.