HBAR, token yang mendukung jaringan Hedera, baru-baru ini mengalami peningkatan yang signifikan. Lonjakan harga ini mengikuti pemulihan yang lebih luas di pasar mata uang kripto dan kemitraan penting dengan FedEx, salah satu perusahaan logistik terkemuka di dunia. Dalam beberapa hari terakhir, HBAR telah naik ke level tertinggi $0,1038, menunjukkan peningkatan yang nyata dari titik terendah sebelumnya di $0,0735. Namun, harga tersebut masih jauh dari puncaknya di $0,3045 yang dicapai awal tahun ini.
Kenaikan harga HBAR sebagian besar disebabkan oleh reli yang sedang berlangsung di pasar kripto. Bitcoin dan beberapa altcoin lainnya telah mengalami kenaikan setelah laporan inflasi konsumen AS terbaru menunjukkan kemungkinan penurunan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve. Perkembangan ini telah menanamkan rasa optimisme di seluruh pasar cryptocurrency, yang berdampak positif pada token seperti HBAR.
Peningkatan nilai HBAR baru-baru ini semakin didorong oleh kemitraan strategis Hedera dengan FedEx. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan rantai pasokan global dengan memanfaatkan teknologi Hedera untuk berbagi data yang lebih efisien dan aman di antara berbagai pemangku kepentingan. Partisipasi FedEx dalam dewan tata kelola Hedera menandai tonggak penting bagi jaringan tersebut, bergabung dengan perusahaan berpengaruh lainnya seperti Google, Tata Communications, dan LG.
FedEx bertujuan untuk mengintegrasikan solusi berbasis blockchain ke dalam operasinya, meningkatkan transparansi dan keamanan pengiriman globalnya. Inisiatif ini sejalan dengan misi Hedera untuk mendukung rantai pasokan yang berbasis digital sambil menjaga integritas data di berbagai pihak. Vishal Talwar, juru bicara FedEx, menekankan pentingnya data tepercaya dalam memajukan rantai pasokan yang lebih cerdas tanpa meningkatkan risiko atau memusatkan kendali.
Terlepas dari optimisme seputar kemitraan tersebut, HBAR menghadapi beberapa tantangan yang dapat menghambat kinerja harganya. Permintaan untuk ETF Canary HBAR lesu dalam beberapa bulan terakhir, tanpa adanya arus masuk baru sejak 9 Februari. Laju pertumbuhan yang lambat ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, terutama mengingat arus masuk yang relatif kecil sebesar $6 juta untuk tahun 2026.