Tokenized gold mencatat lonjakan besar sepanjang 2025 dengan kenaikan kapitalisasi pasar 177%, dari $1,6 miliar menjadi $4,4 miliar.
Volume perdagangannya bahkan mencapai $178 miliar, melampaui gabungan lima ETF emas besar pada kuartal keempat.
Lonjakan ini menjadikan tokenized gold sebagai salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di pasar real-world assets (RWA).
Ekspansinya menyumbang sekitar 25% dari total pertumbuhan bersih pasar RWA sepanjang tahun.
Kapitalisasi Melejit, Jumlah Holder Ikut Naik
Sepanjang 2025, kapitalisasi tokenized gold bertambah hampir $2,8 miliar. Kenaikan 177% ini jauh melampaui pertumbuhan total value locked (TVL) sektor DeFi yang hanya naik sekitar 2% di periode yang sama.
Dilansir dari Coin Central, jumlah pemegang token juga melonjak 198%, dengan tambahan lebih dari 115.000 wallet baru. Pertumbuhan ini lebih cepat dibanding tokenized U.S. Treasuries maupun obligasi digital lainnya.
Secara sederhana, tokenized gold adalah representasi emas fisik dalam bentuk token berbasis blockchain. Setiap token biasanya dipatok pada jumlah emas tertentu yang disimpan sebagai cadangan.
Volume Perdagangan Lampaui ETF Emas
Lonjakan paling mencolok terlihat pada sisi likuiditas. Volume perdagangan tokenized gold melonjak 1.550% secara tahunan, mencapai total $178 miliar sepanjang 2025.
Pada kuartal keempat saja, volumenya menembus $126 miliar, melampaui gabungan lima ETF emas besar. Ini menandai pergeseran likuiditas dari instrumen tradisional menuju perdagangan emas berbasis blockchain.
Salah satu aset dominan, XAUT, menguasai sekitar 75% volume perdagangan Q4, terutama setelah laporan attestasi cadangan yang meningkatkan kepercayaan pasar.
Secara keseluruhan, tiga aset terbesar yakni XAUT, PAXG, dan KAU mengontrol sekitar 97% kapitalisasi pasar tokenized gold.
Konsentrasi ini menunjukkan bahwa meski tumbuh pesat, pasar masih terpusat pada beberapa pemain utama.
Struktur Pasar Masih Terkonsentrasi
Empat aset terbesar bahkan menguasai sekitar 99% volume perdagangan. Artinya, pertumbuhan tinggi belum diikuti diversifikasi produk yang merata.
Namun demikian, produk baru seperti XAUM mencatat lonjakan kapitalisasi lebih dari 1.000% setelah integrasi ekosistem tertentu. Ini menandakan ruang ekspansi masih terbuka.
Pertumbuhan tajam ini memperlihatkan minat investor terhadap aset emas yang dapat diperdagangkan secara on-chain, dengan fleksibilitas tinggi dibandingkan produk konvensional.