Sentimen pasar kripto melemah setelah Bitcoin turun dari level psikologis $100.000 dan sempat terkoreksi hampir 50% dari puncaknya di atas $126.000.
Data on-chain terbaru menunjukkan arus keluar modal meningkat dan pola yang muncul mulai menyerupai fase dasar pasar 2022.
Tekanan makin terasa ketika harga turun di bawah $90.000. Indikator arus masuk 30 hari berubah negatif, sementara outflow kembali menyentuh level yang sebelumnya terlihat di dasar bear market 2022.
Data Glassnode memperlihatkan outflow berkelanjutan dari pasar kripto. Arus masuk 30 hari melemah, sementara dana keluar meningkat ke zona yang identik dengan fase bear sebelumnya.
Di saat yang sama, arus masuk stablecoin juga menurun. Penurunan ini penting karena stablecoin biasanya menjadi sumber likuiditas untuk pembelian aset kripto.
Ketika inflow stablecoin turun bersamaan dengan kenaikan outflow Bitcoin, pasar biasanya berada dalam fase risk-off, yaitu kondisi di mana investor memilih mengurangi eksposur risiko.
Indikator selisih volume beli dan jual kumulatif 1 tahun untuk altcoin, di luar Bitcoin dan Ethereum, menunjukkan penurunan tajam ke wilayah negatif. Artinya, tekanan jual bersih sedang mendominasi.
Kondisi ini disebut sebagai kapitulasi, yaitu fase ketika investor menjual aset dalam jumlah besar karena ketakutan. Pola serupa pernah muncul menjelang dasar pasar di siklus sebelumnya.
Altcoin yang memiliki kapitalisasi menengah dan kecil menunjukkan volatilitas lebih tajam dibanding aset besar. Pergerakan ekstrem ini sering menjadi sinyal akhir dari fase distribusi sebelum pasar menemukan keseimbangan baru.