Shiba Inu memasuki fase yang lebih tenang setelah fluktuasi tajam sebesar 129% pada arus perdagangan berjangka mendorong para trader yang menggunakan leverage untuk menahan diri. Data dari pasar derivatif menunjukkan posisi bersih bergeser dari level netral ke arus keluar yang jelas dalam satu hari. Akibatnya, para trader menutup eksposur daripada membangun taruhan arah baru.
Pergeseran ini menyoroti perubahan material dalam sentimen jangka pendek seputar Shiba Inu. Selain pergerakan harga, aktivitas berjangka sering kali mengungkapkan seberapa agresif para pelaku pasar memposisikan diri. Angka-angka terbaru menunjukkan bahwa selera spekulatif telah melemah secara signifikan.
Perilaku harga spot mencerminkan tren pendinginan tersebut. SHIB mencoba melakukan rebound moderat setelah penurunan yang berkepanjangan dan mengikuti garis support naik lokal. Namun, token tersebut masih diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan utama dan belum merebut kembali level resistensi utama.
Selain itu, setiap pergerakan naik yang singkat cepat memudar alih-alih berkembang menjadi reli yang berkelanjutan. Volatilitas telah menurun, dan fluktuasi harga telah menyempit. Oleh karena itu, grafik mencerminkan keraguan daripada akumulasi yang kuat.
Aset meme seperti SHIB sering bergantung pada aktivitas leverage untuk memperkuat momentum pasar. Ketika para trader meningkatkan eksposur futures, volatilitas cenderung meningkat seiring dengan open interest. Sebaliknya, ketika mereka menutup posisi, pergerakan harga biasanya melambat.
Pergeseran saat ini sebesar 129% menuju arus keluar bersih menunjukkan bahwa para trader yang menggunakan leverage lebih memilih kehati-hatian. Selain itu, tidak adanya penumpukan posisi beli yang agresif mengurangi kemungkinan likuidasi mendadak atau tekanan harga yang tajam. Akibatnya, pasar kekurangan bahan bakar yang biasanya mendorong pergerakan harga yang luar biasa.