Pasar kripto memasuki fase seleksi ketat, di mana harga Bitcoin (BTC) tercatat turun di bawah 70.000 dolar AS, dan dari 100 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, hanya tujuh yang masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 200 hari atau MA200.
Secara teknikal, posisi harga di atas MA200 sering dipakai sebagai indikator tren jangka panjang. Ketika mayoritas aset jatuh di bawah level ini, tekanan pasar dinilai semakin dalam.
Sebagai perbandingan, di indeks Nasdaq 100, sebanyak 53 saham masih diperdagangkan di atas MA200 pada periode yang sama. Kontras ini menegaskan bahwa pelemahan di pasar kripto terjadi lebih luas dibanding pasar saham teknologi AS.
Hanya Proyek Realistis yang Bertahan
Menurut Tiger Research, kondisi pasar memang tidak bisa dihindari. Namun, beberapa proyek tetap mampu bertahan bahkan dalam lingkungan terburuk.
Ketahanan ini dinilai bukan sekadar hasil dukungan likuiditas sementara atau efek rebound teknikal. Laporan tersebut menyebut proyek yang bertahan memiliki pendekatan realistis dan fokus pada penyelesaian masalah konkret.
Ada tiga karakter utama yang dinilai menjadi pembeda:
Menjawab masalah nyata yang sedang terjadi di pasar.
Siap digunakan dalam waktu dekat, bukan hanya visi jangka panjang.
Membangun infrastruktur yang dibutuhkan industri secara struktural.
Dalam fase downtrend, fundamental dan kegunaan dinilai lebih menentukan dibanding narasi pertumbuhan.