BlackRock dilaporkan membeli 4.309 Bitcoin senilai sekitar $296,75 juta, memicu perhatian pasar kripto. Aksi ini memperkuat narasi bahwa akumulasi institusional terhadap Bitcoin masih berlangsung di tengah volatilitas harga.
Dengan nilai pembelian mendekati $297 juta, langkah ini menjadi salah satu akumulasi besar dalam waktu singkat. Pergerakan institusi sebesar ini jarang dianggap sebagai spekulasi jangka pendek.
Akumulasi Institusional dan Dampaknya ke Pasokan
Pembelian ribuan BTC dalam satu transaksi berpotensi mengurangi pasokan yang beredar di pasar. Ketika institusi menyerap suplai dalam jumlah besar, likuiditas di bursa bisa mengetat.
Dalam kondisi permintaan stabil atau meningkat, suplai yang menipis dapat menciptakan tekanan kenaikan harga. Mekanisme ini sering disebut sebagai supply tightening.
Bitcoin selama ini menarik minat institusi karena karakteristiknya yang langka dan likuid secara global. Integrasinya dengan sistem keuangan tradisional juga membuat akses regulasi semakin terbuka.
Sinyal Kepercayaan atau Strategi Portofolio?
BlackRock merupakan manajer aset terbesar di dunia. Ketika entitas sebesar ini meningkatkan eksposur ke Bitcoin, pasar cenderung membaca langkah tersebut sebagai sinyal kepercayaan jangka panjang.
Institusi umumnya membeli berdasarkan strategi portofolio dan diversifikasi risiko, bukan reaksi emosional. Hal ini berbeda dengan pola perdagangan ritel yang lebih sensitif terhadap sentimen harian.
Sejarah menunjukkan bahwa akumulasi besar oleh institusi sering mendahului fase bullish. Namun, reli tidak selalu terjadi secara instan karena faktor makro dan arus modal tetap mempengaruhi harga.