Kalau kamu sudah lama memantau chart, kemungkinan besar kamu terbiasa melihat harga aset dalam satu patokan yang sama: USD atau USDT. Cara baca seperti ini memang paling praktis karena langsung menjawab pertanyaan paling sederhana, “harganya naik atau turun dalam rupiah atau dolar?” Masalahnya, patokan tunggal sering bikin kita melewatkan satu hal penting: performa relatif.
Ada momen ketika sebuah aset terlihat menguat di pair USDT, tapi ternyata justru melemah saat dibandingkan dengan aset lain yang jadi acuan utama pasar, seperti BTC. Di titik seperti ini, kamu butuh cara pandang yang lebih “relatif” daripada sekadar harga absolut. Di sinilah konsep cross rate jadi relevan, bukan hanya di forex, tapi juga di kripto.
Apa Itu Cross Rate?
Cross rate adalah nilai tukar antara dua mata uang atau dua aset yang dihitung melalui mata uang atau aset ketiga sebagai perantara. Dalam bahasa yang lebih sederhana, kamu sedang mencari “kurs A terhadap B” bukan dari harga langsung A/B, melainkan dari dua harga lain yang sama-sama punya acuan yang sama.
Di pasar forex, istilah ini sering juga disebut kurs silang atau nilai tukar silang. Secara historis, cross rate erat dengan kebiasaan pasar yang menjadikan dolar AS sebagai penghubung utama, karena banyak pasangan mata uang diperdagangkan paling aktif terhadap USD. Akibatnya, ketika kamu ingin tahu nilai tukar dua mata uang yang tidak punya pasangan langsung yang likuid, kamu bisa menghitungnya lewat USD.
Kalau definisinya sudah jelas, langkah berikutnya adalah memahami mengapa konsep ini muncul dan bagaimana pasar memakainya. Dari sini kamu akan melihat bahwa cross rate bukan sekadar rumus, tapi bagian dari cara pasar “menyambungkan” harga.
Bagaimana Cross Rate Digunakan dalam Pasar Forex?
Di forex, banyak orang mengenal pasangan utama seperti EUR/USD, GBP/USD, atau USD/JPY. Pair seperti ini biasanya punya likuiditas tinggi, spread lebih tipis, dan transaksi terjadi hampir tanpa henti di berbagai pusat keuangan. Karena volume besar sering terkonsentrasi di pasangan yang melibatkan USD, maka USD kerap menjadi jembatan harga.
Bayangkan kamu ingin mengetahui nilai EUR terhadap JPY, tetapi pada masa tertentu pair EUR/JPY tidak semudah sekarang untuk diakses atau tidak seaktif pasangan yang melibatkan USD. Pasar tetap bisa “membentuk” nilai tukar itu lewat dua informasi yang lebih mudah didapat: