Sebuah investigasi panjang dari New York Times kembali memicu spekulasi soal identitas Satoshi Nakamoto.
Adam Back, CEO Blockstream, disebut sebagai kandidat paling kuat, meski ia langsung membantah klaim tersebut.
Laporan ini didasarkan pada analisis data besar dan pola tulisan dari puluhan ribu arsip lama.
Tim New York Times menganalisis lebih dari 134.000 postingan dari 620 kandidat yang aktif di mailing list kriptografi antara 1992 hingga 2008.
Dari proses ini, Adam Back muncul sebagai kandidat paling mendekati Satoshi berdasarkan gaya penulisan.
Salah satu temuan utama adalah kesamaan 67 pola kesalahan penulisan dari total 325 pola unik yang juga ditemukan dalam tulisan Satoshi.
Selain itu, penggunaan ejaan khas Inggris, pola tanda baca, dan gaya penulisan email juga menjadi faktor penyaring.
Kesesuaian Teknologi dan Jejak Aktivitas
Selain gaya bahasa, investigasi juga menyoroti kesamaan ide teknis. Adam Back diketahui sebagai pencipta Hashcash, sistem proof-of-work yang disebut langsung dalam whitepaper Bitcoin.
Ia juga pernah membahas konsep uang digital terdesentralisasi sejak akhir 1990-an.
Konsep yang ia tulis mencakup elemen penting seperti kelangkaan, sistem tanpa perantara, dan verifikasi publik, yang semuanya menjadi fondasi Bitcoin.
Namun, ada pola menarik yang ikut disorot. Meski aktif berdiskusi dari lama, Back justru tidak memberikan komentar saat Bitcoin pertama kali diperkenalkan namun sosoknya baru muncul membahas Bitcoin pada 2011, setelah Satoshi menghilang.