Thailand menunjukkan langkah agresif dalam mendorong adopsi kripto. Pemerintah tidak hanya membuka akses, tetapi juga secara aktif menghapus berbagai hambatan yang selama ini membuat investor ragu.
Berdasarkan laporan dari Tiger Research, kebijakan ini memberikan dampak pada penilaian positif terhadap pembayaran kripto, salah satunya di Phuket.
Pajak 0% dan Akses Institusi Jadi Pemicu
Langkah paling signifikan terjadi pada Januari 2025 ketika pemerintah membebaskan pajak penghasilan dari trading kripto melalui platform berlisensi selama lima tahun.
Kebijakan ini membuat kripto menjadi lebih menarik dibanding instrumen lain, terutama bagi investor ritel.
Di waktu yang sama, Thailand juga membuka akses investasi kripto untuk reksa dana dan private equity. Artinya, kripto tidak lagi hanya untuk individu, tetapi mulai masuk ke jalur keuangan institusional.
Hasilnya terlihat dari sekitar 13 juta orang atau 18% populasi Thailand sudah terlibat dalam kripto.
Akibatnya, volume trading stablecoin berbasis baht bahkan mencapai $9,4 miliar menjadi salah satu yang terbesar di Asia Pasifik.