Harga Bitcoin (BTC) gagal mempertahankan momentum di atas $73.000 dan kini bergerak stagnan di kisaran $72.000.
Kondisi ini terjadi di tengah tekanan global yang datang dari dua arah sekaligus: ketegangan geopolitik dan data ekonomi Amerika Serikat yang melemah.
Alih-alih melanjutkan reli, pasar justru memilih berhati-hati. Sentimen risk-off kembali mendominasi, membuat pergerakan Bitcoin tertahan.
Bitcoin Kehilangan Momentum di Tengah Ketegangan Iran
Salah satu pemicu utama stagnasi harga Bitcoin datang dari meningkatnya tensi antara Iran dan Amerika Serikat. Pernyataan dari pejabat tinggi Iran terkait konflik di Lebanon memicu kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.
Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Harga minyak mentah melonjak ke sekitar $97 per barel. Kenaikan ini biasanya menjadi sinyal bahwa investor mulai menghindari aset berisiko.
Dalam situasi seperti ini, aliran dana cenderung berpindah dari aset spekulatif seperti kripto ke instrumen yang dianggap lebih aman. Akibatnya, tekanan jual di Bitcoin meningkat dan menghambat kenaikan harga.