
Bursa saham Asia dibuka menguat pada Selasa (14/4/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, setelah muncul laporan langkah Amerika Serikat yang memperketat tekanan terhadap Iran terkait distribusi minyak. Meski situasi memanas, investor tetap optimistis bahwa kesepakatan antara AS dan Iran masih berpeluang tercapai.
Penguatan pasar terutama ditopang harapan meredanya konflik serta fokus investor pada rilis data perdagangan China. Di kawasan Asia-Pasifik, indeks Jepang Nikkei 225 naik 1,5%, sementara TOPIX menguat 0,74%. Di Australia, S&P/ASX 200 juga ditutup positif dengan kenaikan 0,88%. Kontrak berjangka Hang Seng Index Hong Kong turut bergerak lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya.
Di pasar energi, harga minyak justru terkoreksi. Minyak mentah WTI turun 2,37% ke USD 96,73 per barel, sementara Brent melemah 1,82% ke USD 97,51 per barel. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase hati-hati, di tengah ketidakpastian geopolitik dan potensi gangguan pasokan energi global akibat tensi di kawasan Timur Tengah.