
Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali melakukan akumulasi besar dengan membeli 13.927 BTC senilai sekitar US$1 miliar (±Rp16 triliun). Dengan pembelian ini, total kepemilikan perusahaan mencapai 780.897 BTC atau sekitar 3,8% dari total suplai Bitcoin yang beredar.
Aksi pembelian dilakukan pada harga rata-rata US$71.902 per BTC, dengan total investasi akumulatif sekitar US$59,02 miliar dan harga rata-rata kepemilikan di kisaran US$75.577. Strategy kini masih menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar, jauh di atas pesaing terdekat yang hanya memiliki puluhan ribu BTC.
Meski agresif, strategi ini membawa risiko besar. Perusahaan mencatat kerugian belum terealisasi sekitar US$14,5 miliar pada kuartal pertama 2026 akibat penurunan harga Bitcoin sekitar 20%. Namun, Strategy tetap melaporkan BTC yield 5,6% tahun ini dan mengandalkan instrumen pendanaan seperti preferred stock berbunga tinggi untuk terus menambah akumulasi.
Menurut analis, langkah ini mencerminkan keyakinan jangka panjang Strategy terhadap Bitcoin, meski ketergantungan terhadap satu aset membuat profil risikonya semakin tinggi.