Pejabat Federal Reserve, Austan Goolsbee baru saja memberikan peringatan bahwa pemangkasan suku bunga atau rate cut bisa tertunda hingga 2027 jika harga minyak tetap tinggi akibat konflik Iran.
Pernyataan ini langsung mengubah ekspektasi pasar yang sebelumnya berharap pelonggaran kebijakan terjadi lebih cepat.
Goolsbee menegaskan bahwa tugas utama The Fed adalah menurunkan inflasi ke target 2%, namun lonjakan harga energi justru membuat proses tersebut melambat. Jika inflasi tetap tinggi, maka ruang untuk menurunkan suku bunga akan semakin terbatas.
Konflik Iran sempat mengakibatkan harga minyak ke $115 per barel pada 7 April lalu memberikan dampak langsung pada kenaikan biaya energi dan logistik.
Kenaikan ini berpotensi menjaga inflasi tetap di kisaran 3%, jauh dari target The Fed. Dalam proyeksi terbaru, inflasi AS untuk 2026 bahkan direvisi naik ke sekitar 2.7%, menunjukkan tekanan harga belum mereda. Kondisi ini membuat The Fed mempertimbangkan untuk mempertahankan suku bunga di level 3.50% – 3.75% lebih lama dari perkiraan awal.
Sebelumnya, pasar memperkirakan akan ada beberapa kali pemangkasan suku bunga pada 2026, namun kini ekspektasi tersebut berubah drastis.