
Perusahaan tambang Bitcoin yang terdaftar di bursa dilaporkan melepas lebih dari 32.000 BTC pada kuartal I 2026, menjadikannya salah satu aksi jual terbesar dalam sejarah industri kripto.
Berdasarkan data Miner Weekly yang dikutip CoinMarketCap, volume penjualan ini bahkan melampaui total penjualan bersih sepanjang 2025. Sejumlah perusahaan besar seperti MARA Holdings, Riot Platforms, CleanSpark, Core Scientific, Cango, dan Bitdeer tercatat turut melakukan aksi jual.
Tekanan utama berasal dari turunnya profitabilitas mining, akibat rendahnya hashprice di kisaran USD 30 per petahash per detik, meningkatnya kesulitan jaringan, serta biaya operasional yang semakin tinggi. Meski harga Bitcoin sempat menyentuh USD 120.000, margin keuntungan tetap tertekan.
Tren ini berbalik dari 2024, saat miner justru menambah cadangan lebih dari 17.000 BTC. Namun sejak 2026, industri mengalami perubahan signifikan pasca halving 2024 dan meningkatnya kompetisi global.
Sejumlah analis menilai sektor mining kini memasuki fase transformasi, bahkan bergeser dari narasi kripto murni menuju industri berbasis energi.