Harga Bitcoin (BTC) kembali jadi sorotan setelah turun ke bawah level psikologis $80.000. Padahal sebelumnya, aset kripto terbesar itu sempat bertahan cukup lama di area $100.000 sepanjang 2025.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah model kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Claude, Gemini, hingga Grok mulai memperbarui prediksi mereka terhadap arah harga Bitcoin di 2026.
Sebagian masih optimistis Bitcoin bisa kembali menembus $100.000, sementara sebagian lain justru mulai melihat tanda siklus bullish telah berakhir.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $77.000 setelah gagal mempertahankan support penting di area $80.000 dan $78.000.
Bitcoin Turun Meski Ada Kabar Positif Regulasi
Salah satu hal yang membuat pasar bingung adalah turunnya harga Bitcoin justru terjadi saat sentimen regulasi di Amerika Serikat membaik. RUU crypto CLARITY Act berhasil bergerak maju di Senat AS.
Regulasi ini dianggap penting karena bisa memberi kepastian hukum terhadap industri aset digital dan membuka jalan bagi institusi besar untuk masuk lebih agresif ke pasar crypto.
Namun, alih-alih naik, Bitcoin justru kehilangan momentum dan kembali melemah.