Analis crypto Michaël van de Poppe mulai memakai AI Claude untuk membantu keputusan trading setelah portofolio altcoin miliknya turun hampir 50% dari modal awal.
Melalui kanal YouTube-nya, Van de Poppe mengungkapkan nilai portofolionya turun dari sekitar US$160 ribu menjadi US$80 ribu.
Kondisi itu membuatnya mulai mengurangi keputusan trading berbasis emosi dan memakai AI untuk menganalisis kapan harus buy maupun sell aset crypto.
Van de Poppe menjelaskan bahwa Claude tidak bekerja secara acak. Ia membangun framework khusus yang menggabungkan beberapa indikator teknikal seperti RSI, sigma deviation, hingga korelasi harga altcoin dengan Bitcoin.
Dari framework tersebut, Claude akan membaca kondisi market lalu memberikan rekomendasi trading yang lebih objektif.
Menurut Van de Poppe, salah satu momen paling menarik terjadi saat ia ingin menjual salah satu asetnya lebih cepat. Namun AI Claude justru menyarankan untuk menahan posisi karena harga dinilai belum masuk area distribusi.
Saat itu, sekitar 41% portofolionya berada di aset NEAR. Meski merasa tidak nyaman karena eksposurnya terlalu besar di satu aset, ia tetap mengikuti analisis AI.
Claude menilai tren kenaikan NEAR belum selesai dan zona jual baru berada di kisaran €1,75 hingga €1,85.
Tidak Semua Keputusan Trading Berakhir Benar
Meski mulai mengandalkan AI, Van de Poppe mengakui tidak semua keputusan berjalan sempurna.
Ia sempat menjual Renzo di harga US$0,07 dan menyebut langkah itu cukup baik. Namun hasil penjualan tersebut kemudian dipindahkan ke Wormhole, keputusan yang belakangan dianggap sebagai kesalahan setelah Bitcoin mengalami koreksi dan altcoin ikut tertekan.
Selain itu, ia juga menjual sebagian token PEAK setelah indikator RSI masuk area overbought dan harga mengalami sigma extension pada timeframe harian.
Menurutnya, pola serupa sebelumnya pernah memicu koreksi hingga 30% hanya dalam tiga hari.