Pemulihan tersebut membuat sejumlah trader menilai tekanan jual mulai mereda, meski pasar masih menghadapi risiko dari kondisi ekonomi global.
Melansir dari Bitcoin.com News, Bitcoin sempat turun di bawah US$61.500 sebelum kembali bergerak naik dan mempertahankan level di atas US$62.000.
Bitcoin Pulih Setelah Tertekan Sentimen Geopolitik
Penurunan Bitcoin terjadi ketika pasar global merespons meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketidakpastian geopolitik membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.
Namun, tekanan tersebut mulai mereda setelah Bitcoin berhasil melakukan pemulihan. Pada perdagangan berikutnya, BTC bergerak stabil di kisaran US$62.500 hingga US$63.000.
Saat laporan tersebut diterbitkan, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$62.700 dengan kenaikan sekitar 1% dalam 24 jam terakhir.
Pergerakan ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar US$1,26 triliun dan menjaga performa positif BTC sepanjang awal Juli 2026.
Likuidasi Bitcoin Turun, Tekanan Jual Mulai Berkurang
Selain pergerakan harga, kondisi pasar derivatif juga menunjukkan adanya penurunan tekanan dibandingkan sesi sebelumnya.
Data Coinglass mencatat total likuidasi posisi Bitcoin, baik long maupun short, hampir mencapai US$52 juta.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya ketika posisi long Bitcoin senilai sekitar US$65 juta mengalami likuidasi.
Penurunan likuidasi menunjukkan tekanan dari penjualan paksa mulai berkurang. Kondisi ini memberikan ruang bagi pasar untuk melakukan konsolidasi setelah mengalami pergerakan turun yang cukup cepat.