Harga XRP menguat 1,6% ke kisaran US$1,09 setelah SWIFT mengumumkan uji coba pembayaran lintas negara berbasis blockchain bersama 17 bank global.
Kenaikan ini dipicu sentimen positif karena beberapa bank peserta merupakan mitra Ripple, meski proyek tersebut tidak menggunakan token XRP.
SWIFT Uji Pembayaran Lintas Negara Berbasis Blockchain
SWIFT mengumumkan fase pilot untuk menguji pembayaran lintas negara berbasis blockchain bersama 17 bank global.
Proyek ini memanfaatkan ledger blockchain dan tokenized deposits untuk meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara.
Beberapa bank peserta, seperti Standard Chartered dan UBS, diketahui memiliki hubungan bisnis dengan Ripple.
Selain itu, Ripple Treasury telah bergabung dalam SWIFT Certified Partner Program sejak April 2026. Meski demikian, SWIFT tidak menggunakan token XRP maupun mengumumkan kerja sama langsung dengan Ripple dalam proyek ini.
Melansir dari CoinGape, XRP telah ditutup di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di level US$1,11 selama tiga hari berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan tren jangka pendek masih berada dalam tekanan.
Jika gagal kembali menembus area tersebut, XRP berpotensi menguji level psikologis US$1, bahkan turun menuju US$0,87 apabila tekanan jual meningkat.
Sebaliknya, apabila sentimen pasar kembali membaik, terutama setelah meredanya ketegangan geopolitik global, XRP berpeluang menguji EMA 50 hari di sekitar US$1,17.
Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 46
yang mengindikasikan momentum pasar mulai membaik, tetapi belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.