Institusi keuangan global mulai melirik blockchain yang dirancang khusus untuk mendukung tokenisasi aset atau Real World Asset (RWA) dan transaksi pasar modal.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Canton Network, blockchain yang mengutamakan privasi transaksi, kepatuhan regulasi, dan efisiensi settlement.
Menurut laporan Tiger Research, transformasi terbesar bukan lagi sekadar tokenisasi aset, melainkan pembangunan infrastruktur blockchain untuk mendukung sistem keuangan tradisional, mulai dari settlement, clearing, hingga jaringan likuiditas.
RWA Berkembang Melampaui Tokenisasi Aset
Selama beberapa tahun terakhir, pasar RWA identik dengan tokenisasi obligasi pemerintah, surat utang, maupun aset keuangan lainnya.
Kini, perkembangannya mulai bergeser ke tahap berikutnya, yakni bagaimana aset tersebut dapat langsung digunakan dalam berbagai aktivitas keuangan di atas blockchain.
Data rwa.xyz yang dikutip Tiger Research menunjukkan nilai aset yang diterbitkan secara on-chain mencapai sekitar US$34 miliar pada Mei 2026, melonjak lebih dari 20 kali lipat dibandingkan awal 2020 yang berada di kisaran US$1,5 miliar.
Jika digabungkan dengan aset yang kepemilikannya dicatat melalui blockchain tetapi masih disimpan oleh kustodian tradisional, total pasar RWA diperkirakan telah mencapai sekitar US$360 miliar.
Pertumbuhan tersebut mendorong semakin banyak institusi mengevaluasi penggunaan blockchain sebagai infrastruktur baru untuk pasar keuangan.