Harga Dogecoin (DOGE) masih bergerak di bawah tekanan meski mulai mendapat perhatian dari institusi keuangan besar.
Pada Kamis (16/7), perusahaan manajer aset asal Amerika Serikat, T. Rowe Price, meluncurkan ETF kripto aktif pertamanya yang turut memasukkan Dogecoin ke dalam portofolio investasi.
Langkah tersebut menjadi sinyal baru bahwa aset kripto bertema meme ini mulai memperoleh tempat di kalangan pelaku pasar tradisional.
Namun, sentimen positif tersebut belum mampu mengangkat harga DOGE yang justru masih melemah di tengah minimnya minat investor dan tekanan jual yang berlanjut.
T.Rowe Price, perusahaan pengelola aset dengan dana kelolaan (assets under management/AUM) sekitar US$1,8 triliun, resmi meluncurkan ETF kripto aktif pada 16 Juli.
Produk investasi ini memiliki modal awal (seed capital) sebesar US$15 juta dan berisi beberapa aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), serta Dogecoin.
Dalam komposisi awal portofolionya, Dogecoin memperoleh bobot sekitar 1,28%. Dengan porsi tersebut, ETF ini tercatat memiliki sekitar 2,6 juta DOGE yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar US$192 ribu berdasarkan harga saat peluncuran.
Kehadiran produk ini sekaligus menjadikan ETF tersebut sebagai produk investasi terbaru yang memberikan eksposur terhadap Dogecoin.
Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menilai langkah T. Rowe Price cukup menarik karena perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pengelola saham tradisional mulai memasukkan Dogecoin bersama Bitcoin dan Ethereum ke dalam portofolio investasinya.
Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Dogecoin mulai memperoleh legitimasi yang lebih luas di Wall Street, meski porsinya masih relatif kecil dibanding aset kripto utama lainnya.