Pendiri SkyBridge Capital, Anthony Scaramucci, kembali menegaskan pandangan bullish terhadap Bitcoin (BTC) dan emas.
Menurutnya, kedua aset tersebut dapat menjadi bagian dari solusi ketika inflasi terus menggerus daya beli masyarakat akibat meningkatnya utang pemerintah Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Scaramucci melalui akun X saat membahas dampak jangka panjang dari defisit anggaran AS yang terus membesar.
Ia menilai inflasi menjadi konsekuensi yang sulit dihindari apabila pemerintah terus membiayai pengeluaran melalui utang.
Dalam unggahannya, Scaramucci mengajak publik membayangkan seorang presiden AS pada 2036 atau 2040 yang harus menghadapi defisit hingga $55 triliun, naik dari sekitar $39 triliun saat ini.
Menurutnya, pembengkakan utang tersebut pada akhirnya dibayar melalui inflasi, bukan sekadar kenaikan pajak secara langsung. Kondisi ini membuat nilai uang terus melemah sehingga daya beli masyarakat ikut menurun.
Sebagai ilustrasi, Scaramucci menyebut uang senilai $1.000 di masa depan bisa saja hanya memiliki daya beli setara $750. Dengan kata lain, masyarakat terlihat memiliki jumlah uang yang sama, tetapi nilai riil yang dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa terus berkurang.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme tersebut menjadi salah satu cara pemerintah “memonetisasi utang”, yaitu mengurangi beban utang melalui penurunan nilai mata uang akibat inflasi.