Harga Bitcoin (BTC) cenderung bergerak mendatar dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data pada Senin (10/8/2026) pukul 08.00 WIB, Bitcoin berada di sekitar US$64.975, atau sekitar Rp1,15 miliar, dengan kenaikan tipis 0,05 persen.
Di tengah pergerakan yang relatif terbatas, pasar kripto secara keseluruhan justru menunjukkan penguatan. Total kapitalisasi pasar aset kripto naik sekitar 0,30 persen menjadi US$2,20 triliun.
Sementara itu, dominasi Bitcoin atau BTC Dominance (BTC.D) berada di level 59,35 persen.
Bitcoin Bergerak di Sekitar US$65.000
Bitcoin tercatat bergerak sideways di kisaran US$65.000 selama tiga hari terakhir.
Pergerakan tersebut terjadi ketika minat investor terhadap produk investasi berbasis Bitcoin menunjukkan penguatan. Data ETF Bitcoin Spot mencatat arus masuk dana sebesar US$853,54 juta pada pekan yang berakhir 7 Agustus 2026.
Angka tersebut menjadi salah satu perhatian utama pasar karena merupakan arus masuk mingguan terbesar sejak pekan terakhir April 2026.
Konsistensi arus dana masuk pada awal Agustus menjadi indikasi meningkatnya kembali minat investor terhadap Bitcoin, meskipun harga BTC sendiri belum menunjukkan kenaikan signifikan.
Regulasi Kripto AS Jadi Perhatian
Selain faktor arus dana ETF, perkembangan regulasi di Amerika Serikat juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Senat AS dilaporkan menunda pemungutan suara terhadap CLARITY Act hingga setelah masa reses musim panas.
Menurut laporan Politico, Pemimpin Mayoritas Senat AS John Thune mengonfirmasi bahwa voting mengenai regulasi aset kripto tersebut dijadwalkan berlangsung pada September.
Sebelumnya, Partai Republik berupaya mendorong voting prosedural sebelum masa reses. Namun, Partai Demokrat meminta proses tersebut ditunda.
Perkembangan CLARITY Act menjadi salah satu faktor yang akan terus diperhatikan pasar karena regulasi tersebut berkaitan dengan kerangka hukum industri aset digital di Amerika Serikat.
Perkembangan Konflik Iran Turut Jadi Sorotan
Sentimen geopolitik juga menjadi faktor yang diperhatikan investor aset berisiko.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa Donald Trump secara tertutup menyampaikan kepada penasihat militer senior mengenai kemungkinan mengakhiri operasi militer terhadap Iran tanpa kesepakatan nuklir baru.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penghentian konflik dengan syarat Iran membuka kembali pelayaran komersial secara penuh di Selat Hormuz.
Perubahan pendekatan tersebut dilaporkan berkaitan dengan pandangan bahwa infrastruktur nuklir Iran telah mengalami pelemahan akibat serangan militer sebelumnya.
Perkembangan geopolitik tetap menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar keuangan global, termasuk aset kripto.
Top Gainer dan Top Loser Kripto
Berdasarkan data pasar pada pukul 08.00 WIB, sejumlah aset mencatat pergerakan signifikan dalam 24 jam terakhir.
Top Gainer:
Top Loser:
Pergerakan altcoin tersebut menunjukkan volatilitas yang masih tinggi di sejumlah aset kripto dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil.
Prediksi Bitcoin dan Ethereum Hari Ini
Untuk perdagangan hari ini, Bitcoin diperkirakan masih memiliki ruang pergerakan di sekitar US$64.000 hingga US$67.500.
Sementara itu, Ethereum (ETH) diproyeksikan bergerak di kisaran US$1.825 hingga US$2.050.
Rentang tersebut menjadi area yang perlu diperhatikan investor karena pergerakan keluar dari batas support maupun resistance dapat memicu volatilitas lebih tinggi.
Solana Jadi Salah Satu Altcoin yang Dipantau
Solana (SOL) menjadi salah satu aset yang mendapatkan perhatian dari pelaku pasar.
Jaringan Solana disebut tengah melakukan peningkatan yang memangkas block time dari sekitar 400 milidetik menjadi 350 milidetik.
Selain peningkatan teknis, terdapat pula proposal perubahan tokenomics yang berpotensi meningkatkan jumlah SOL yang dibakar dan menekan tingkat penerbitan bersih token.
Ekspansi Solana Pay di Korea Selatan juga menjadi salah satu perkembangan yang dipantau karena berpotensi memperluas penggunaan ekosistem pembayaran berbasis Solana.
Namun, perkembangan tersebut tetap perlu dilihat dari sisi implementasi dan dampaknya terhadap aktivitas jaringan.
Tokenisasi Aset dan CRCLX Jadi Perhatian
CRCLX juga menjadi salah satu aset yang diperhatikan seiring rencana peluncuran blockchain Arc pada 16 September 2026.
Proyek tersebut disebut mendapat dukungan validator dari sejumlah nama besar di industri keuangan, termasuk BlackRock, Visa, Mastercard, dan DTCC.
Perkembangan tersebut berlangsung bersamaan dengan laporan kinerja kuartal kedua yang mencatat pendapatan sekitar US$701 juta serta jumlah USDC yang beredar mencapai US$73,3 miliar.
Tren tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets menjadi salah satu sektor yang terus berkembang di industri blockchain.
Kaito Bersiap Melakukan Pembaruan Besar
Sektor kecerdasan buatan atau AI juga masih menjadi perhatian di pasar altcoin.
Kaito disebut tengah menyiapkan pembaruan besar pada platformnya. Perkembangan tersebut mengikuti peluncuran Katalyst pada 29 Juli 2026, sebuah skema yang ditujukan untuk mendorong keterlibatan kreator konten dalam ekosistem kripto.
Jika pembaruan berjalan sesuai rencana, aktivitas pengguna dan kreator dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan ekosistem Kaito.
Pasar Kripto Masih Berada dalam Fase Volatil
Secara keseluruhan, Bitcoin masih bergerak relatif stabil di sekitar US$65.000, tetapi sejumlah altcoin menunjukkan volatilitas yang jauh lebih tinggi.
Rekor arus masuk ETF Bitcoin mingguan memberikan sentimen positif bagi pasar. Namun, perkembangan regulasi Amerika Serikat, kondisi geopolitik, serta pergerakan likuiditas global tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Investor sebaiknya memperhatikan volatilitas dan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan terkait aset kripto. Level harga dalam analisis ini merupakan gambaran pasar dan bukan jaminan pergerakan harga maupun ajakan membeli atau menjual aset tertentu.