Harga Bitcoin (BTC) bergerak relatif stabil dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data pukul 08.00 WIB, Bitcoin naik tipis 0,12 persen ke level US$63.375 atau sekitar Rp1,14 miliar.
Sementara itu, dominasi Bitcoin berada di level 59,08 persen. Total kapitalisasi pasar aset kripto juga cenderung stagnan di kisaran US$2,15 triliun.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi. Investor tampaknya menunggu katalis baru sebelum menentukan arah berikutnya.
Bitcoin Bergerak di Rentang Sempit
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan pada rentang sekitar US$62.300 hingga US$64.080.
Sentimen pasar sedikit membaik setelah muncul perkembangan awal menuju perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan geopolitik tersebut membantu memulihkan sebagian risk appetite investor terhadap aset berisiko.
Namun, tekanan jual tetap menjadi perhatian.
Strategy dilaporkan menjual sekitar 1.638 BTC dengan nilai sekitar US$104,7 juta. Sebagian hasil transaksi tersebut digunakan untuk kebutuhan dividen saham preferen dan pembelian kembali saham, sekaligus memperkuat cadangan dolar AS.
Meski aksi penjualan tersebut cukup menarik perhatian pasar, hingga saat ini transaksi tersebut belum memicu penurunan signifikan terhadap harga Bitcoin.
Tokenized Stock Palantir Melonjak
Di sisi aset tokenisasi, Palantir Technologies mencatatkan pergerakan positif setelah merilis laporan keuangan kuartal II 2026.
Tokenized stock PLTRON dilaporkan melonjak sekitar 17 persen dalam 24 jam setelah laporan keuangan dirilis pada 3 Agustus.
Palantir mencatat pendapatan sekitar US$1,94 miliar, meningkat 93 persen secara tahunan. Laba per saham (EPS) yang disesuaikan berada di kisaran US$0,41.
Kinerja tersebut didukung oleh meningkatnya adopsi platform kecerdasan buatan atau AI milik perusahaan.
Pergerakan PLTRON menunjukkan bahwa perkembangan aset tokenisasi mulai menjadi salah satu perhatian tambahan bagi pelaku pasar kripto.
Pasar Menanti Laporan SpaceX dan AMD
Perhatian pasar pada 4 Agustus 2026 beralih ke laporan keuangan sejumlah perusahaan yang tersedia dalam bentuk tokenized stock.
SpaceX (SPCXX) dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal II 2026 setelah perdagangan pasar berakhir.
Laporan tersebut menjadi perhatian karena merupakan laporan kuartalan pertama SpaceX setelah perusahaan melakukan penawaran saham perdana atau IPO.
Analis memperkirakan pendapatan SpaceX berada di sekitar US$6,81 miliar hingga US$6,82 miliar.
Selain SpaceX, AMDON juga dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartal II.
Analis memperkirakan laba per saham AMD berada di kisaran US$1,61 hingga US$1,62, dengan pendapatan sekitar US$11,2 miliar hingga US$11,3 miliar.
Kinerja tersebut diperkirakan masih mendapat dukungan dari permintaan terhadap chip AI dan kebutuhan pusat data.
Bitcoin Berpotensi Bergerak di US$63.000-US$65.000
Dengan kondisi pasar yang masih berkonsolidasi, Bitcoin diperkirakan berpotensi bergerak dalam kisaran US$63.000 hingga US$65.000.
Sementara itu, Ethereum (ETH) diperkirakan bergerak di sekitar US$1.800 hingga US$1.900.
Trader perlu memperhatikan apakah Bitcoin mampu menembus resistance di area atas atau justru kembali menguji support di bawah rentang perdagangan saat ini.
3 Aset yang Menarik Dipantau pada 4 Agustus 2026
Selain Bitcoin dan Ethereum, terdapat sejumlah aset yang menjadi perhatian berdasarkan perkembangan fundamental dan katalis terbaru.
1. SpaceX (SPCXX)
SpaceX menjadi salah satu aset yang menarik perhatian karena dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal II 2026.
Laporan tersebut menjadi tonggak penting karena merupakan laporan kuartalan pertama sepanjang sejarah SpaceX setelah perusahaan menjadi perusahaan publik.
Proyeksi pasar menempatkan pendapatan perusahaan di kisaran US$6,81 miliar hingga US$6,82 miliar.
Pergerakan harga SPCXX selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil laporan dan respons investor terhadap prospek bisnis SpaceX.
Level yang dipantau:
- Entry: Rp2.020.000
- Take Profit: Rp2.245.000
- Stop Loss: Rp1.920.000
2. NEAR Protocol (NEAR)
NEAR Protocol (NEAR) kembali menjadi perhatian setelah Bitwise mengungkap ticker NRR untuk proposal ETF spot NEAR dalam amandemen dokumen pengajuan kepada regulator pasar modal Amerika Serikat.
Bitwise dilaporkan mengajukan amandemen ketiga Form S-1 kepada SEC pada 31 Juli.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu katalis yang dapat meningkatkan perhatian investor institusional terhadap ekosistem NEAR.
Namun, proposal ETF tetap perlu dipantau berdasarkan perkembangan proses regulasi sebelum dapat dianggap sebagai katalis yang terealisasi.
Level yang dipantau:
- Entry: Rp30.800
- Take Profit: Rp34.000
- Stop Loss: Rp29.700
3. Ethena (ENA)
Ethena (ENA) juga menjadi salah satu aset yang menarik perhatian pasar.
Co-founder BitMEX Arthur Hayes dilaporkan mengakumulasi sekitar 9,05 juta token ENA dalam periode tiga hari dengan nilai sekitar US$773.000.
Akumulasi tersebut terjadi di tengah perkembangan stablecoin sintetis USDe yang digunakan dalam ekosistem Ethena.
USDe di Robinhood Chain dilaporkan telah mencapai sekitar US$200 juta total aset, atau hampir sepertiga dari total nilai USD di jaringan tersebut.
Pertumbuhan penggunaan USDe menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung narasi fundamental ENA. Namun, trader tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas serta perubahan suplai token.
Level yang dipantau:
- Entry: Rp1.610
- Take Profit: Rp1.930
- Stop Loss: Rp1.490
Top Gainers dan Top Losers Kripto
Berdasarkan data pukul 08.00 WIB, sejumlah token mencatat pergerakan signifikan dalam 24 jam terakhir.
Top Gainers
- Bless (BLESS): +95,15 persen
- Biconomy (BICO): +35,90 persen
- Overtake (TAKE): +29,65 persen
Top Losers
- House Party Protocol (HPP): -35,70 persen
- OlaXBT (AIO): -24,10 persen
- Giant Mammoth (GMMT): -21,35 persen
Pergerakan ekstrem pada sejumlah altcoin menunjukkan bahwa kondisi pasar masih selektif. Kenaikan tajam tidak selalu menunjukkan tren berkelanjutan, sementara penurunan besar juga belum tentu berarti aset sudah berada di titik terendah.
Pasar Kripto Masih Menunggu Arah Baru
Bitcoin yang bergerak di rentang sempit menunjukkan pelaku pasar masih menunggu katalis untuk menentukan arah berikutnya.
Perkembangan geopolitik, arus dana institusional, laporan keuangan perusahaan besar, serta perkembangan regulasi aset digital dapat menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, NEAR dan ENA memiliki katalis spesifik yang membuat keduanya menarik untuk dipantau. Namun, setiap posisi tetap memiliki risiko dan sebaiknya disesuaikan dengan strategi serta manajemen risiko masing-masing trader.