Bitcoin (BTC) kembali melemah ke sekitar US$63.500 setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) Juli tidak memberikan katalis kuat bagi pasar kripto.
Meski Consumer Price Index (CPI) AS sesuai ekspektasi, investor belum melihat perubahan besar terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Bitcoin turun lebih dari 0,5% dalam 24 jam terakhir dan hampir 2% dalam sepekan.
Data CPI berhasil mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga, tetapi belum cukup untuk mendorong reli baru Bitcoin.
CPI AS Sesuai Perkiraan, Bitcoin Tetap Kehilangan Momentum
Data inflasi AS Juli menunjukkan hasil yang hampir sesuai dengan perkiraan ekonom.
Inflasi utama naik 0,1% secara bulanan dan mencapai 3,4% secara tahunan. Sementara itu, core CPI yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi naik 0,2% secara bulanan dengan tingkat tahunan 2,5%.
Hasil tersebut membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Berdasarkan data futures, peluang kenaikan suku bunga turun menjadi sekitar 38% dari sebelumnya 46%.
Namun, Bitcoin hanya sempat naik sekitar 0,5% setelah rilis data sebelum kembali melemah. Pasar menilai CPI yang sesuai ekspektasi belum cukup memberikan alasan baru untuk meningkatkan pembelian aset kripto.