Harga Bitcoin (BTC) menembus US$71.000 untuk pertama kalinya sejak awal Juni 2026 setelah lama bergerak lesu.
Melansir dari CryptoPotato pada Kamis (20/8/2026), BTC melesat dari sekitar US$64.400 ke US$70.000 dalam 24 jam, sempat terkoreksi ke US$68.000, lalu kembali naik melewati US$71.000.
Glassnode mencatat kenaikan tersebut mencapai 5,8 sigma dibandingkan volatilitas Bitcoin selama 30 hari, sekaligus menjadi pergerakan naik terbesar BTC sejak Oktober 2023.
Kebijakan Treasury AS Jadi Katalis Utama
Salah satu pemicu utama datang dari Departemen Keuangan Amerika Serikat yang mengumumkan peningkatan batas maksimum liquidity-support buyback untuk obligasi pemerintah berjangka panjang.
Nilainya akan dinaikkan dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi, dengan perubahan dijadwalkan berlangsung mulai 9 September hingga 4 November 2026.
Pengumuman tersebut muncul setelah yield Treasury AS tenor 30 tahun menyentuh 5,34%, level tertinggi dalam hampir 20 tahun. Yield kemudian turun ke sekitar 5,20%, sementara dolar AS melemah dan aset seperti saham, emas, serta kripto menguat.
Penurunan yield dapat membuat aset berisiko relatif lebih menarik bagi investor. Kondisi tersebut ikut memperbaiki sentimen terhadap Bitcoin.