Cronos (CRO) menghentikan sementara jaringan blockchain-nya setelah teridentifikasi insiden keamanan yang melibatkan Tectonic, protokol pinjaman terdesentralisasi (decentralized lending) yang berjalan di jaringan tersebut.
Melansir Cointelegraph, nilai aset yang diperkirakan terdampak dalam insiden tersebut mencapai sekitar US$75 juta. Sebagian besar dana masih berada di jaringan Cronos setelah jaringan dihentikan sementara.
Cronos mengumumkan telah mengidentifikasi insiden pada Minggu (30/8) dan kemudian menghentikan jaringan.
Peneliti keamanan Weilin Li menduga insiden tersebut melibatkan manipulasi harga TONIC, token tata kelola Tectonic.
Menurut Li, pelaku memanfaatkan collateral factor TONIC sebesar 20% dan kondisi likuiditas yang tipis. Harga TONIC kemudian dilaporkan melonjak sekitar 100 kali lipat dalam waktu 20 menit sebelum pelaku meminjam aset lain.