Harga XRP kembali menjadi perhatian setelah investor Jake Claver memprediksi aset kripto tersebut dapat menembus US$750 sebelum akhir 2026. Target itu tergolong sangat agresif karena XRP berada di sekitar US$1,3–US$1,5.
Claver mendasarkan prediksinya pada kombinasi sejumlah katalis besar, termasuk arus likuiditas institusional, ETF XRP, dan potensi penggunaan XRP untuk penyelesaian transaksi keuangan berskala besar.
Di saat bersamaan, Ripple terus memperluas infrastruktur institusional XRP Ledger (XRPL).
Jake Claver Prediksi XRP Tembus US$750
Claver memperkirakan XRP dapat menembus US$750 pada akhir 2026, didorong rotasi likuiditas global, arus modal melalui ETF, dan potensi penggunaan XRPL dalam penyelesaian transaksi keuangan.
XRP Perlu Naik Lebih dari 54.000%
XRP diperdagangkan sekitar US$1,38, naik sekitar 27% dalam 30 hari tetapi turun hampir 7% selama sepekan. Sebelumnya, harga sempat melonjak 71,8% dari US$0,988 menjadi US$1,698 sebelum terkoreksi.
Dalam jangka lebih dekat, XRP perlu melewati US$1,86 untuk membuka peluang menuju US$2 dan US$2,19.
XRP juga masih berada di bawah rekor tertinggi US$3,65 yang tercatat pada Juli 2025. Dari US$1,38, dibutuhkan kenaikan sekitar 165% untuk kembali ke level tersebut.
Sementara untuk mencapai US$750, XRP harus melonjak lebih dari 54.000%, atau sekitar 543 kali dari harga US$1,38.
Bahkan setelah mencetak all time high (ATH) baru, kenaikan sekitar 20.400% masih diperlukan untuk mencapai target Claver.
Ripple Perluas Infrastruktur XRP Ledger
Prediksi tersebut muncul saat Ripple memperluas infrastruktur tokenisasi institusional melalui investasi di ZILO dan Licuido.
Langkah ini menyusul peluncuran kelas saham tokenisasi Aviva Investors di XRPL yang telah mendapat persetujuan Bank Sentral Irlandia.
Ripple juga memperkuat bisnis institusionalnya melalui akuisisi Hidden Road senilai US$1,25 miliar, GTreasury US$1 miliar, serta kesepakatan akuisisi platform pembayaran stablecoin Rail US$200 juta.