Jakarta – Circle Internet Group Inc., penerbit stablecoin USD Coin (USDC), sukses menggelar penawaran umum perdana (IPO) dengan total dana yang dihimpun mencapai hampir USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 17,9 triliun (asumsi kurs Rp 16.303 per USD), melampaui ekspektasi awal.
Melansir Yahoo Finance, Jumat (6/6/2025), Circle bersama pemegang sahamnya, termasuk CEO Jeremy Allaire, menjual sekitar 34 juta saham pada harga USD 31 per lembar, lebih tinggi dari kisaran target sebelumnya. Hal ini mendorong valuasi pasar Circle mencapai USD 6,9 miliar, atau USD 8,1 miliar jika dihitung secara terdilusi penuh.
IPO ini mendapat sambutan luar biasa dari investor dengan permintaan 25 kali lipat lebih tinggi dari jumlah saham yang tersedia. Akibat tingginya minat, proses pemesanan ditutup lebih awal pada Selasa, dan jumlah saham serta target harga pun dinaikkan dari estimasi awal.
Kesuksesan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap masa depan stablecoin, khususnya menjelang potensi regulasi yang tengah dibahas di Kongres AS. USDC sendiri saat ini menguasai 29% pasar stablecoin global, dengan sirkulasi mencapai USD 61 miliar per 29 Mei 2025.
IPO Circle berlangsung di tengah tren meningkatnya perusahaan kripto yang tertarik untuk go public. Wakil Presiden NYSE, Chris Taylor, sebelumnya menyatakan bahwa 2025 akan menjadi tahun kuat untuk IPO kripto, seiring dengan regulasi yang lebih ramah industri aset digital di bawah kepemimpinan baru SEC.
Selain Circle, Kraken juga disebut tengah bersiap IPO dengan pengumpulan dana sebesar USD 100 juta, dan Telegram dilaporkan sedang menyiapkan debut publiknya. Hal ini menandakan semakin dalamnya keterlibatan perusahaan kripto dalam pasar keuangan tradisional.