Cryptoharian – Menjelang pemangkasan suku bunga pertama dalam siklus ini yang dijadwalkan 10 hari lagi, pasar kripto khususnya Bitcoin, menunjukkan pergerakan choppy dengan sentimen yang cenderung bearis, meski struktur tren naik (uptrend) jangk panjang masih utuh.
Menurut analis kripto ‘CrypNuevo‘ di media sosial X, kondisi ini justru membuka peluang bagi strategi “Theory of the Contrary Opinion”, yaitu mengambil posisi yang berlawanan dari mayoritas pelaku pasar ketika sentimen terlalu condong ke satu sisi.
“Ketika sentimen pasar bearish dalam pullback dalam tren naik jangka panjang, itu biasanya saat yang bagus untuk berbalik arah,” ungkap CrypNuevo.
Strategi: Profit Parsial, Siap Masuk Kembali di Level Kunci
CrypNuevo mengungkapkan bahwa ia telah mengambil profit (take profit) sebesar 1/3 dari posisinya di ETH dan SOL, dan berencana menambah kembali 1/3 posisi tersebut jika harga kembali ke level entry.
Berdasarkan heatmap likuidasi dari timeframe rendah (7 hari) dan menengah (1 bulan), CrypNuevo mengidentifikasi dua area utama:
- Likuiditas atas: US$ 115.000 dan US$ 119.500.
- Likuiditas bawah: US$ 106.700
Jika harga kembali ke US$ 106.700, ia akan menambah posisi long di ETH (US$ 4.000) dan SOL (US$ 182), level yang sebelumnya menjadi area masuknya.
“Jika range low sebelumnya tetap menjadi resisten, harga akan mencoba menyentuh area likuidasi di US$ 106.700,” ujarnya.
Breakout atau Reversal?
CrypNuevo juga menyoroti bahwa harga BTC sudah menyentuh US$ 107.200 pada Senin minggu lalu, tepat seperti prediksi sebelumnya, yang ia anggap sebagai false move awal pekan sebelum rebound.
Jika BTC berhasil menembus range low di US$ 112.000, lanjutnya, maka ada peluang kuat untuk melanjutkan tren naik menuju target likuiditas atas.
Sentimen Bearish Bisa Jadi Sinyal Bullish Tersembunyi
Meskipun banyak yang mengantisipasi pemangkasan suku bunga sebagai momen ‘sell the news‘, CrypNuevo melihat peluang sebaliknya. Pasar sudah turun sekitar 14 persen dari harga tertinggi, sentimen umum negatif dan banyak investor ritel mulai menjual.
““Kondisi seperti ini biasanya justru jadi titik masuk terbaik. Ketika semua orang takut, saya malah tertarik untuk beli,” tegasnya.