
Penerbit stablecoin kini menguasai 60-70% pendapatan harian protokol kripto utama, termasuk platform pinjaman, DEX, dan DeFi. Tether, penerbit USDT, melaporkan laba USD 15 miliar pada 2025 dengan margin 99%, menjadikannya salah satu perusahaan paling menguntungkan dunia.
Model bisnis mereka fokus pada pengelolaan simpanan pengguna di instrumen berisiko rendah seperti obligasi AS, tanpa membayar bunga langsung kepada pemegang stablecoin, sesuai regulasi GENIUS Act.
Namun, persaingan mendorong inovasi: USDe menawarkan imbal hasil melalui dolar sintetis, dan Coinbase memberi APY 3,85% untuk USDC. Tether juga menyiapkan USAT, versi USDT yang diregulasi, menandai kompetisi ketat untuk menarik pengguna dengan insentif baru.