Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Harga Kripto Kembali Anjlok, Bitcoin Turun ke USD 101 Ribu dan Kapitalisasi Pasar Susut 2,4 Persen

Posted on November 7, 2025

Jakarta — Pasar aset kripto kembali terperosok ke zona merah pada Jumat (7/11/2025). Sejumlah mata uang kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana kompak mencatatkan penurunan harga yang cukup tajam dalam 24 jam terakhir.

Mengutip data Coinmarketcap, harga Bitcoin (BTC) turun 1,88 persen menjadi USD 101.557 per koin atau sekitar Rp 1,69 miliar (kurs Rp 16.700 per dolar AS). Ethereum (ETH) juga anjlok 2,35 persen ke level Rp 55,52 juta per koin. Sementara Binance Coin (BNB) melemah 0,62 persen menjadi Rp 15,88 juta.

Kripto lain seperti Cardano (ADA) turun 1,92 persen ke Rp 8.909, Solana (SOL) merosot 3,5 persen ke Rp 2,58 juta, dan XRP terperosok 5,3 persen ke Rp 33.400 per koin. Dogecoin (DOGE) juga ikut memerah 2,76 persen ke Rp 2.707 per token.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global turun 2,44 persen menjadi USD 3,37 triliun atau sekitar Rp 56.279 triliun, menandai posisi terendah dalam empat bulan terakhir. Aksi jual besar-besaran membuat lebih dari USD 2 miliar aset digital terlikuidasi dalam dua hari terakhir.

Menurut CoinGecko, harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah intraday di USD 99.110, dan kini telah turun sekitar 21 persen dari puncaknya pada Oktober lalu.

Analis menilai tekanan jual yang terjadi disebabkan oleh penguatan dolar AS dan pengetatan likuiditas global. “Penguatan USD menjadi pendorong utama jatuhnya harga aset berdenominasi dolar,” ujar Jiehan Chen, Analis Senior Schroders.

Sementara itu, Tim Sun dari HashKey Group menilai investor kini lebih berhati-hati dalam mengambil risiko di tengah volatilitas tinggi. Ia menyebut area USD 85.000 bisa menjadi batas bawah kuat bagi Bitcoin jika tekanan jual berlanjut.

Kekhawatiran pasar juga meningkat akibat ancaman government shutdown di Amerika Serikat yang diprediksi menjadi yang terpanjang dalam sejarah. Kondisi ini memperparah tekanan di pasar kripto dan aset berisiko lainnya.

“Obligasi menjadi satu-satunya aset yang naik, sementara Bitcoin, emas, dan saham mengalami penurunan serentak,” kata Sun kepada Decrypt.

—
Apakah Anda ingin saya bantu ubah ringkasan ini menjadi versi lebih pendek untuk media sosial (±100 kata) atau versi berita portal lengkap (300–400 kata)?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Metaplanet Jual Saham untuk Tambah Kepemilikan Bitcoin
  • Bitcoin Anjlok Dihantam Ancaman Shutdown AS
  • AS Satukan Regulasi Kripto, SEC dan CFTC Bentuk MoU Pengawasan
  • Dirut BEI Iman Rachman Mundur, IHSG Sempat Terpukul
  • Worldcoin (WLD) Rally 27% Setelah Kabar Proyek Anti-Bot Sam Altman

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme