Gelombang baru kejahatan digital mengguncang ekosistem kripto. Tim keamanan blockchain SlowMist mengungkap munculnya kelompok phishing bernama Eleven Drainer, yang menarget pengguna wallet kripto di berbagai negara.
Dalam waktu singkat, grup ini berhasil mencuri jutaan dolar aset digital, menambah daftar panjang serangan terhadap investor aset kripto.
Pendiri SlowMist, Yu Xian, menjelaskan bahwa Eleven Drainer adalah phishing-as-a-service (PaaS), layanan kejahatan terorganisir di mana pelaku utama menyediakan paket lengkap untuk mencuri aset pengguna.
Dengan sistem semacam ini, siapa pun bisa menyewa layanan phishing, mulai dari website palsu, akun media sosial tiruan, hingga skrip smart contract berbahaya. Sebagai imbalannya, operator mengambil persentase dari hasil curian.
Phishing-as-a-Service Jadi Tren Baru Kejahatan Kripto
Fenomena phishing-as-a-service bukan hal baru, tetapi skalanya meningkat tajam.
Menurut data SlowMist, kelompok seperti Angel Drainer, Inferno Drainer, hingga kini Eleven Drainer, telah menjadi tulang punggung industri kejahatan siber di sektor aset digital.
Selama tahun 2024, berbagai kelompok drainer bertanggung jawab atas kerugian sekitar USD 494 juta, naik 67% dibanding tahun sebelumnya.
Pola ini menunjukkan bahwa model bisnis kejahatan terdistribusi, di mana satu pihak membuat alat, sementara pihak lain mengeksekusi, semakin diminati di bawah radar hukum internasional.
Sumber Masalah: Kelengahan Pengguna Wallet
Meski teknik serangan semakin canggih, para ahli keamanan menegaskan bahwa kesalahan pengguna tetap menjadi titik lemah terbesar.
Sebagian besar korban kehilangan aset karena terburu-buru menandatangani signature request, tidak memeriksa alamat situs, atau menyetujui transaksi tanpa membaca detailnya.
Yu Xian mengingatkan bahwa tidak ada sistem yang bisa sepenuhnya melindungi pengguna dari serangan sosial semacam ini.
Ia menegaskan pentingnya menghindari situs tidak dikenal, memeriksa setiap permintaan tanda tangan wallet, dan menolak transaksi yang mencurigakan atau di bawah tekanan waktu.