Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Prediksi Kripto Pasca Shutdown AS Berakhir, Akankah Jadi Awal Rebound?

Posted on November 11, 2025

Pasar kripto tengah menanti akhir dari penutupan pemerintahan Amerika Serikat (US government shutdown) yang telah berlangsung lebih dari enam pekan sejak 1 Oktober 2025. 

Kebuntuan politik di Washington telah membekukan lebih dari $850 miliar dana kas pemerintah (Treasury General Account), sehingga menyusutkan likuiditas global dan menekan harga Bitcoin sekitar 5% selama periode tersebut.

Melansir dari Be(in)crypto, kondisi ini menciptakan efek domino terhadap aset berisiko, termasuk kripto, karena setiap dolar yang tertahan di kas negara berarti lebih sedikit uang yang beredar di sistem keuangan.

Efek Shutdown: Likuiditas Menyusut, Bitcoin Terkoreksi

Penutupan pemerintahan membuat berbagai belanja publik terhenti, mulai dari subsidi kesehatan hingga anggaran transportasi. 

Akibatnya, perekonomian AS kehilangan $7–$14 miliar, dan proyeksi pertumbuhan PDB kuartal IV turun hingga dua poin persentase, menurut estimasi Congressional Budget Office (CBO).

Kondisi ini turut mengeringkan likuiditas pasar. Arthur Hayes, pendiri BitMEX, menyebut fenomena ini sebagai “stealth QE in reverse”, kebalikan dari pelonggaran moneter (quantitative easing). 

Saat Treasury menimbun kas, dolar di pasar berkurang, membuat harga aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin terkoreksi.

Shutdown Berakhir, Dana Publik Siap Kembali ke Pasar

Analis menilai bahwa ketika shutdown berakhir, pemerintahan AS akan kembali membelanjakan sekitar $250–$350 miliar dana publik yang sempat tertahan.

Dana sebesar itu akan mengalir ke sektor keuangan, bank, dan pasar uang, yang pada akhirnya meningkatkan pasokan likuiditas dolar global.

Aliran uang inilah yang diprediksi menjadi pemicu awal rebound kripto di awal 2026. 

Sejarah juga mencatat bahwa setiap kali likuiditas dolar meningkat, Bitcoin ikut menguat, seperti yang terjadi pada Maret 2020 (awal reli pandemi) dan Maret 2023 (rebound pascakrisis perbankan AS).

Korelasi Tinggi antara Likuiditas Dolar dan Harga Kripto

Hubungan antara Bitcoin dan likuiditas dolar tetap kuat hingga kini. Menurut data, korelasi Bitcoin terhadap indeks likuiditas dolar (USDLiq Index) mencapai 0,85, salah satu yang tertinggi di antara semua kelas aset.

Artinya, pergerakan harga Bitcoin sangat sensitif terhadap arus uang dolar, ketika likuiditas mengetat, harga kripto turun, ketika uang mengalir kembali, pasar pulih.

Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di awal 2026, analis melihat peluang besar bahwa Bitcoin dapat kembali ke kisaran $110.000–$115.000 dalam kuartal pertama 2026, selama tidak ada guncangan baru di ekonomi global.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • XRP Mempertahankan Dukungan Kunci karena Arus Masuk ETF Mengimbangi Pelemahan Pasar
  • Analis Memprediksi Reli XRP Menuju Dua Digit Seiring Meningkatnya Momentum
  • Senator Elizabeth Warren Mendesak Mark Zuckerberg Terkait Dorongan untuk Meta Stablecoin
  • Trump Media Mencatat Kerugian $406 Juta Akibat Penurunan Harga Bitcoin
  • CEO Strategy, Phong Le, Mengklarifikasi Ketentuan Penjualan Bitcoin oleh Strategy

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme