Pasar kripto bergerak positif dalam 12 jam terakhir (10/11), dan XRP mencuri perhatian dengan lonjakan lebih dari 8% hingga menembus level $2,50.
Kenaikan ini membuat XRP jadi top gainer di antara 15 aset kripto terbesar, melampaui performa altcoin lain seperti Solana (SOL), Cardano (ADA), dan BNB Coin (BNB).
Lonjakan tajam ini bukan tanpa alasan. Sejumlah faktor fundamental dan sentimen eksternal berperan dalam mengangkat harga XRP ke level tertingginya dalam beberapa minggu terakhir.
ETF Jadi Katalis Utama Reli XRP
Salah satu pemicu terbesar datang dari perkembangan positif di sektor Exchange-Traded Fund (ETF) untuk XRP.
Beberapa lembaga besar seperti Bitwise, Franklin Templeton, 21Shares, Canary Capital, dan CoinShares tercatat telah memperbarui pengajuan ETF XRP mereka.
Kini, etf tersebut masuk daftar Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) yang menjadi langkah penting sebelum peluncuran resmi.
Menariknya, sebagian besar pengajuan tersebut menghapus bagian “delayment amendments”, yang biasanya menjadi alasan keterlambatan peluncuran.
Langkah ini mengindikasikan bahwa ETF XRP bisa meluncur dalam beberapa minggu mendatang, kecuali jika SEC secara resmi mengajukan keberatan.
Analis menilai, jika pemerintah AS benar-benar mengakhiri masa shutdown seperti yang diisyaratkan dalam pidato terakhir Donald Trump, maka proses persetujuan ETF bisa berjalan lebih cepat.
Kombinasi antara kabar ETF dan optimisme makro ini menciptakan dorongan besar bagi XRP di pasar spot.
Dampak Sentimen Politik AS
Faktor lain yang memperkuat reli XRP adalah sentimen positif dari kebijakan politik Amerika Serikat.
Donald Trump baru-baru ini mengumumkan rencana “dividen $2.000” untuk warga AS dan menegaskan bahwa pemerintah akan segera dibuka kembali setelah masa penutupan sementara (shutdown).
Pernyataan ini memicu risk-on sentiment di pasar keuangan global, termasuk kripto, yang dikenal cepat merespons perubahan arah kebijakan ekonomi.
Efek domino dari optimisme ini terlihat jelas, investor mulai masuk kembali ke aset berisiko, terutama XRP yang sudah lama tertinggal dari reli altcoin lain seperti Ethereum (ETH) dan Solana.
Whale Masih Waspada, Tapi Tekanan Jual Mereda
Sebelumnya, data dari Glassnode memperingatkan potensi koreksi karena whale dan long-term holder menjual XRP bahkan saat harga turun. Namun tren ini mulai berubah.
Aktivitas distribusi besar-besaran tampak mereda dalam 24 jam terakhir, menandakan tekanan jual mulai menurun.
Kondisi ini memberi ruang bagi pembalikan tren jangka pendek, apalagi di tengah kabar ETF yang menciptakan narasi bullish baru.
Investor ritel ikut terdorong, memicu peningkatan volume perdagangan di pasar spot dan derivatif XRP.
XRP Berpotensi Menuju Fase Baru
Analis populer CRYPTOWZRD menilai bahwa XRP telah “bottomed out” dan kini tengah memasuki fase 4 siklus kenaikan, fase yang biasanya menandai awal tren besar.
Sementara itu, analis CW menegaskan bahwa XRP menunjukkan sinyal bullish kuat terhadap Bitcoin (XRP/BTC), dan potensi kenaikan lebih lanjut bisa muncul ketika dominasi Bitcoin menurun.
Meski begitu, sebagian analis tetap mengingatkan bahwa tanpa konfirmasi dari SEC atau realisasi ETF, reli ini masih tergolong spekulatif.
Namun, momentum teknikal dan sentimen saat ini cukup kuat untuk menopang pergerakan jangka pendek.