Crypto Weekly Report
Minggu terakhir November 2025 membawa kombinasi isu makro, dinamika harga lintas benua, prediksi pasar 2026, hingga drama komunitas Bitcoin (BTC) yang berseteru dengan institusi besar.
Ethereum (ETH) juga mencuri perhatian menjelang Fusaka Upgrade yang semakin dekat.
Isu politik Amerika Serikat ikut mengguncang sentimen setelah Kevin Hassett disebut sebagai kandidat terkuat Ketua Federal Reserve (The Fed).
Sementara itu, pola pergerakan Bitcoin menunjukkan divergensi tajam antara sesi AS dan Asia. Prediksi 2026 mulai mengemuka, terutama soal ledakan token baru dan dominasi stablecoin.
Di sisi lain, komunitas Bitcoin memanas setelah seruan boikot terhadap JPMorgan. Ethereum pun ikut bersinar berkat kenaikan 3,6% menjelang upgrade penting minggu depan.
Berikut lima isu kripto paling heboh minggu ini.
1. Kevin Hassett Masuk Bursa Ketua The Fed, Sentimen Crypto Menghangat
Isu pergantian Ketua The Fed menjadi sorotan utama. Kevin Hassett, penasihat ekonomi Donald Trump yang dikenal dekat dengan industri aset digital, disebut sebagai kandidat terkuat menggantikan Jerome Powell pada Mei 2026.
Hassett punya rekam jejak panjang di sektor aset digital, termasuk memimpin kelompok kerja crypto di Gedung Putih serta memiliki lebih dari US$1 juta saham Coinbase.
Ia juga pernah menjadi penasihat One River Digital Asset Management. Eksposur langsung ini membuat pasar percaya bahwa Hassett memahami arah industri crypto.
Analis melihat kans Hassett sebagai sinyal bahwa kebijakan moneter AS bisa lebih ramah terhadap aset berisiko.
Namun konsep “dovish rate, hawkish balance sheet” tetap menjadi perdebatan, karena menurunkan suku bunga tidak berarti likuiditas akan longgar seperti era quantitative easing.
Bagi crypto, figur pro-inovasi sekaligus dorongan pemangkasan suku bunga membuka peluang sentimen positif, meski dampaknya tetap bergantung pada kebijakan akhir yang diterapkan.
2. Bitcoin Dijual di Sesi AS, Diangkat Kembali oleh Trader Asia
Sepanjang November, Bitcoin memperlihatkan pola pergerakan kontras antara sesi AS dan Asia. Harga cenderung turun saat pasar Amerika dibuka, tetapi pulih ketika trader Asia mulai aktif.
Indikator seperti Coinbase Premium Index berada di area negatif hampir sepanjang bulan, menandakan permintaan institusi AS melemah. Tekanan jual ini mendorong volatilitas yang cukup besar setiap hari.
Sesi Asia justru menunjukkan kecenderungan membeli ketika harga melemah, menghasilkan pola “AS jual, Asia beli”.
Akumulasi ini membantu mencegah penurunan lebih dalam, apalagi dengan dukungan institusi besar seperti MicroStrategy yang kini memegang lebih dari 386.700 BTC dan tidak menunjukkan tanda-tanda menjual.
Meski penurunan bulan ini mencapai lebih dari 20%, banyak analis menilai koreksi tersebut masih wajar dalam tren bullish jangka panjang, terutama karena tidak ada sentimen negatif fundamental yang memicu tekanan besar.
3. Prediksi Crypto 2026: Ledakan Token Baru dan Dominasi Stablecoin
Sejumlah analis mulai merilis prediksi untuk 2026, dan hampir semuanya sepakat: tahun depan bisa menjadi salah satu fase paling dinamis bagi aset digital. Lonjakan token baru diproyeksikan terjadi karena pembuatan token semakin mudah dan murah.
Pasar kemungkinan dipenuhi proyek hyper-niche mulai dari gaming, AI-chain, hingga token komunitas berbasis utilitas spesifik. Risiko meningkat karena sebagian besar token baru tidak memiliki utilitas jelas.
Stablecoin diprediksi makin mendominasi transaksi kripto setelah regulasi seperti Genius Stablecoin Act diberlakukan.
Instrumen seperti USDT dan USDC dianggap semakin penting bagi transaksi besar, pembayaran lintas negara, dan sektor DeFi.
Memecoin memasuki fase seleksi alam, sementara NFT berpotensi bangkit kembali terutama jika adopsi di sektor gaming, musik, dan identitas digital menguat. Kombinasi inovasi dan regulasi baru membuat 2026 menjadi tahun penuh peluang.
4. Komunitas Bitcoin Serukan Boikot JPMorgan
Komunitas Bitcoin memanas setelah laporan analis JPMorgan memperingatkan potensi outflow hingga US$2,8 miliar jika MicroStrategy (MSTR) dikeluarkan dari indeks MSCI.
Jika penyedia indeks lain mengikuti langkah tersebut, total potensi outflow bisa mencapai US$8,8 miliar.
Akibatnya, harga MSTR jatuh hingga ke sekitar US$170 dari level puncak yang sebelumnya berada di atas US$450.
Banyak tokoh industri menganggap tekanan ini sebagai “serangan terkoordinasi” terhadap perusahaan publik paling pro-Bitcoin.
Isu lama terkait reputasi JPMorgan ikut mencuat kembali, termasuk hubungan dengan kasus Epstein dan pengawasan transaksi mencurigakan.
Sosok-sosok seperti Grant Cardone dan Max Keiser memicu gelombang seruan boikot di media sosial.
Sebagian komunitas bahkan mulai membangkitkan narasi “GameStop 2.0” yakni aksi beli bersama-sama untuk melawan institusi besar.
Meski belum terbukti akan terjadi, sentimen itu sudah cukup meningkatkan volatilitas harga dalam beberapa hari terakhir.
5. Ethereum Menguat Jelang Fusaka Upgrade
Ethereum bergerak positif menjelang Fusaka Upgrade yang dijadwalkan pada 3 Desember 2025. Harga ETH menembus kembali area sekitar US$3.000 dan mencatat kenaikan 3,6%.
Fusaka Upgrade merupakan pembaruan besar yang berfokus pada peningkatan skalabilitas dan kinerja jaringan.
Dengan tujuan memproses lebih banyak transaksi dengan biaya lebih rendah, upgrade ini diharapkan memperkuat posisi Ethereum di tengah persaingan ketat dengan jaringan seperti Solana.
Selain faktor teknis, inflow besar ke spot Ethereum ETF yang kini telah mencapai US$12 miliar menjadi pendorong utama reli harga.
Inflow ETF berarti pembelian ETH fisik dalam jumlah besar, yang mengurangi suplai pasar dan memperkuat tren bullish.
Analis menilai peningkatan performa pasca-upgrade dapat menjadi katalis fundamental kuat. Namun volatilitas jangka pendek tetap mungkin muncul jika ekspektasi pasar terlalu tinggi.