Inggris resmi menjatuhkan vonis terhadap Qian Zhimin, pelaku utama dalam salah satu kasus pencucian uang berbasis Bitcoin terbesar di negara tersebut. Kasus ini melibatkan hampir 195.000 BTC, di mana otoritas berhasil menyita lebih dari 61.000 BTC, sementara sebagian besar aset masih belum ditemukan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai skala kejahatan kripto dan tantangan besar bagi penegak hukum dalam melacak aset digital.
Menurut data CoinMarketCap per Sabtu (28/11/2025), harga Bitcoin berada di level USD 90.904,55 dengan dominasi pasar 58,51%. Volume perdagangan 24 jam tercatat turun 32,46%, sementara harga BTC melemah 16,22% dalam 90 hari terakhir. Meski penyitaan besar berpotensi memengaruhi likuiditas, pasar Bitcoin tetap stabil tanpa gejolak besar.
Laporan dari Coincu menyebutkan ribuan BTC yang belum ditemukan dapat mendorong regulator memperketat kebijakan dan pengawasan perdagangan aset digital. Jaksa juga menyerukan peningkatan kerja sama internasional karena kompleksitas kejahatan kripto lintas negara.
Kasus ini disebut mirip dengan penyitaan besar dalam kasus Silk Road, mempertegas tantangan yang terus berulang bagi regulator dalam menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman dan transparan.