
Bursa kripto Korea Selatan, Upbit, mengalami peretasan besar yang mengakibatkan 44,5 miliar won (sekitar USD 30,6 juta) hilang ke dompet tidak sah pada Sabtu dini hari (29/11/2025). Dugaan awal mengarah pada Lazarus Group, unit peretas Korea Utara, karena metode serangan mirip dengan pencurian 342.000 ETH di Upbit tahun 2019.
Operator bursa, Dunamu, menjamin akan memberikan kompensasi penuh dari aset perusahaan. Penyelidikan sedang dilakukan oleh tim siber Kepolisian Nasional, sementara Badan Intelijen Korea Selatan belum angkat bicara.
Analis menyoroti pergeseran Lazarus ke serangan berbasis manusia, seperti pencurian kredensial dan manipulasi akses internal, bukan eksploitasi teknis. Pola ini juga terlihat pada peretasan Bybit Februari 2025 senilai USD 1,5 miliar.
Kasus ini menegaskan bahwa bursa kripto kini menghadapi ancaman serius dari serangan yang didukung negara, memaksa penguatan perlindungan kredensial, kontrol dompet internal, dan verifikasi identitas internal. Otoritas menekankan perlunya kolaborasi lintas negara untuk melacak aset digital yang dicuri.