Sentimen pasar kripto kembali menguat setelah analis menilai bahwa tiga altcoin utama XRP, Cardano (ADA), dan Chainlink (LINK) berada di zona akumulasi rendah risiko menjelang potensi pemotongan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Desember 2025.
Kombinasi berakhirnya siklus Quantitative Tightening (QT) dan penguatan Purchasing Managers’ Index (PMI) disebut menjadi pemicu utama skenario bullish tersebut.
Sinyal Makro Pengaruhi Risk Appetite Pasar
Menurut analisis Dan Gambardello yang dikutip dari Coinpedia, pola historis menunjukkan bahwa harga altcoin cenderung menguat ketika QT berakhir dan PMI kembali naik di atas level 50.
Sinyal ini melambangkan awal fase ekspansi ekonomi, yang biasanya mendorong investor beralih lagi ke aset berisiko seperti kripto.
Kondisi serupa pernah terlihat pada 2019, ketika likuiditas mulai longgar dan altcoin mengalami lonjakan signifikan. Transisi makro ini juga dianggap mampu mengubah ulang risk appetite pasar.
Saat likuiditas kembali masuk, penilaian fundamental biasanya diperbarui, aset infrastruktur mulai pulih lebih dulu, dan rotasi modal berlangsung cepat. Pergerakan ini sering kali muncul sebelum perubahan narasi terlihat di media arus utama.
XRP Masuk Setup Lebih Kuat Berkat Faktor Regulasi
XRP berada di posisi yang dinilai lebih kuat dibanding siklus sebelumnya karena hambatan regulasi yang berkepanjangan, seperti kasus SEC, kini sudah mereda.
Pasangan XRP/BTC saat ini berada di level yang mirip dengan posisi harga saat QT terakhir berakhir.
Risk score XRP berada di sekitar 39, angka yang secara historis identik dengan fase awal potensi rally. Pada 2017, XRP pernah melonjak dari 0.20 dolar ke lebih dari 3 dolar dari setup risk score yang sama.
Keuntungan tambahan muncul dari membaiknya likuiditas dolar global yang mulai mengalir ke pasar berisiko lebih cepat dari waktu yang tercermin di headline media.
Kondisi ini membuat XRP menjadi salah satu aset yang paling disorot analis menjelang kemungkinan rate cut.
Cardano (ADA) Pertahankan Pola Akumulasi Seperti 2019
Cardano menunjukkan pola pergerakan yang mirip dengan zona “reset” yang terjadi ketika QT berakhir pada 2019.
Data historis menunjukkan bahwa ADA/BTC cenderung bergerak sideways sebelum memasuki fase bullish jangka panjang di tengah ekspansi PMI.
Saat ini ADA berada di sekitar 0.4 dolar dengan risk score di kisaran 20-an, level yang dianggap sebagai area nilai menarik untuk investor jangka panjang.
Dengan kesamaan pola harga dan kondisi makro yang serupa, ADA menjadi salah satu aset yang dinilai konsisten berada dalam zona akumulasi sehat.
Chainlink (LINK) Tunjukkan Setup Bullish Mirip Awal Siklus Sebelumnya
Chainlink juga memperlihatkan pola pengulangan siklus makro. LINK/BTC saat ini berada di posisi yang hampir identik dengan levelnya pada September 2019, ketika QT terakhir berakhir.
Pada saat itu harga LINK berada di rentang 1–2 dolar sebelum akhirnya naik hingga menyentuh level 50 dolar pada siklus berikutnya.
Saat ini LINK berada di sekitar 13 dolar dengan risk score 25, jauh lebih rendah dari level 50–60 yang terlihat pada pivot QT sebelumnya.
Risk score yang rendah ini menandakan bahwa LINK masih berada pada area risiko minimal sekaligus peluang optimal untuk fase awal uptrend.
Rotasi Likuiditas Jadi Pemicu Potensi Rally
Analis menilai bahwa dinamika makro ini bukan hanya mengangkat harga, tetapi juga mereset distribusi likuiditas di seluruh pasar kripto.
Perubahan ini biasanya hadir dalam bentuk pergerakan cepat pada alt/BTC pairs yang berada di area undervalued meski memiliki harga USD berbeda dari siklus sebelumnya.
Jika The Fed benar-benar melakukan rate cut pada Desember 2025, skenario likuiditas longgar diperkirakan menjadi katalis utama yang dapat memicu awal rally bagi XRP, ADA, dan LINK.