Zcash (ZEC) kembali mencuri perhatian setelah mencatat kenaikan ekstrem dalam beberapa bulan terakhir, meninggalkan Chainlink (LINK) dan Stellar (XLM) yang bergerak lebih lambat.
Lonjakan aktivitas privacy hingga peningkatan teknologinya membuat Zcash kembali masuk radar investor, sementara dua altcoin besar lainnya masih menghadapi tekanan pasar dan tantangan struktural.
Zcash Melonjak Drastis, Aktivitas Privacy Naik Tajam
Kebangkitan Zcash sejak awal Oktober menjadi sorotan utama. Setelah tujuh tahun relatif tidak bergerak, harga ZEC kini menembus sekitar US$697 dengan kapitalisasi US$11,28 miliar.
Kenaikan selama satu tahun mencapai 1534%, menjadikannya salah satu performa paling agresif di pasar altcoin besar.
Pergerakan ini beriringan dengan meningkatnya penggunaan shielded pool. Sekitar 30% dari seluruh suplai beredar atau 4,8 juta dari 16,4 juta ZEC kini berada dalam mode terlindungi.
Peningkatan ini memperketat suplai likuid dan menandakan permintaan nyata pada fitur privasi. Dengan total suplai tetap 21 juta ZEC, dinamika kelangkaan menjadi faktor yang memperkuat momentum harga.
Transisi teknologi dari sistem Halo di pembaruan NU5 juga memperbaiki efisiensi pembuktian zero-knowledge, memperkuat posisi Zcash di kategori aset privasi.
Namun, kenaikan pesat ini tetap menghadapi risiko regulasi yang melekat pada seluruh privacy coin.
Chainlink Stabil dengan Fundamental Kuat
Berbeda dengan Zcash, Chainlink bergerak lebih tenang. Harga LINK berada di kisaran US$14, turun sekitar 25% dalam 30 hari terakhir.
Meski demikian, penurunan ini lebih mencerminkan kondisi pasar secara umum dibanding perubahan pada fundamentalnya.
Chainlink tetap menjadi salah satu infrastruktur paling banyak digunakan di sektor kripto, mulai dari oracle data, cross-chain messaging, hingga solusi tokenisasi.
Fitur CCIP kini terhubung ke lebih dari 70 jaringan, memperluas integrasi ke sektor keuangan tradisional dan tokenisasi aset nyata.
Suplai LINK memiliki batas 1 miliar token, dengan sekitar 70% sudah beredar. Jadwal unlock yang konsisten, ditambah penambahan berkala ke LINK reserve (sekitar 800 ribu LINK senilai US$11 juta), membuat suplai di pasar semakin ketat.
Meski begitu, ketergantungan pada penggunaan ekosistem tetap menjadi risiko utama apabila adopsi DeFi melambat atau pesaing oracle bermunculan.
Stellar Membangun Ekosistem RWA, tapi Dihadang Suplai Besar
Sementara itu, Stellar terus memperkuat posisi di sektor pembayaran lintas batas dan tokenisasi aset. Harga XLM berada di sekitar US$0,25 dengan nilai pasar US$8 miliar.
Infrastruktur Stellar Development Foundation, kemitraan besar seperti Paxos, Ondo, Etherfuse, hingga SG Forge, memperkuat arah pengembangan tokenisasi aset.
Beberapa proyek besar telah berjalan di jaringan ini, termasuk rencana penerbitan RWA senilai US$200 juta oleh Mercado Bitcoin.
Stellar menargetkan peningkatan nilai aset tokenisasi menjadi US$3 miliar, seiring munculnya token seperti PYUSD dan tokenisasi US Treasuries di jaringannya.
Namun suplai besar mencapai 50 miliar XLM membuat kenaikan harga membutuhkan volume adopsi yang jauh lebih besar.
Selain itu, hanya sekitar 62% yang beredar, meninggalkan risiko tekanan suplai dari alokasi internal, mirip dengan dinamika XRP.
Persaingan Tiga Altcoin Besar
Saat ketiganya ditempatkan berdampingan, Zcash tampil sebagai aset dengan momentum paling kuat karena lonjakan harga ekstrem dan adopsi fitur privasi.
Chainlink tetap menjadi pilihan stabil dengan fundamental dan utilitas luas, sementara Stellar menawarkan potensi jangka panjang melalui pembayaran global dan RWAa.
Namun pasar altcoin bergerak dinamis, dan daya tarik masing-masing token sangat bergantung pada sentimen pasar, regulasi, serta kemampuan mempertahankan utilitas di jaringan masing-masing.